Minggu, 1 Maret 2026

Ketahui Waktu dan Jenis Olahraga yang Tepat Selama Puasa

Berita Terkait

Ilustrasi olahraga di tengah menjalankan ibadah puasa. (ANTARA/Freepik)

batampos – Waktu olahraga saat puasa menjadi pertimbangan penting agar tubuh tetap sehat, bugar, dan tidak mudah lemas selama Ramadan.

Meski sedang menahan lapar dan haus, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan asalkan memilih waktu yang tepat serta menyesuaikan jenis dan intensitas olahraga.

Berpuasa membuat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dan energi selama berjam-jam. Jika salah menentukan waktu, olahraga justru bisa memicu tubuh lemas, pusing, hingga dehidrasi.

Sebaliknya, dengan memilih waktu olahraga saat puasa secara tepat, manfaat kesehatan tetap bisa diraih tanpa kehilangan energi berlebihan.

Agar aman dan efektif, waktu olahraga saat puasa sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh serta rutinitas harian. Berikut beberapa waktu yang dinilai paling optimal:

1. Setelah Sahur

Salah satu waktu yang disarankan adalah setelah sahur, sekitar pukul 05.00–06.00. Pada waktu ini, tubuh baru saja mendapatkan asupan makanan dan cairan sehingga energi masih cukup tersedia untuk melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang.

2. Menjelang Berbuka

Berolahraga 30–60 menit sebelum berbuka juga menjadi pilihan populer. Keuntungannya, setelah selesai berolahraga, Anda bisa segera mengganti cairan dan energi saat waktu berbuka tiba. Namun, pastikan intensitas olahraga tidak terlalu berat.

3. Setelah Berbuka

Jika ingin melakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga berat, waktu paling aman adalah setelah berbuka. Tubuh sudah mendapatkan kembali asupan nutrisi dan cairan sehingga lebih siap untuk aktivitas seperti lari, berenang, atau olahraga kelompok. Meski begitu, beri jeda sekitar 1–2 jam setelah makan sebelum mulai berolahraga.

Selain memperhatikan waktu olahraga saat puasa, pemilihan jenis olahraga juga penting agar tubuh tidak cepat kelelahan. Berikut beberapa rekomendasi:

1. Jalan Kaki atau Joging Santai

Aktivitas ringan ini dapat dilakukan di pagi hari atau menjelang berbuka tanpa banyak menguras energi. Jalan kaki membantu menjaga kesehatan jantung, melancarkan peredaran darah, dan membuat tubuh tetap aktif.

2. Bersepeda

Bersepeda dengan kecepatan santai relatif aman karena tidak membutuhkan tenaga besar. Olahraga ini efektif membakar kalori serta melatih otot kaki tanpa meningkatkan risiko dehidrasi secara berlebihan.

3. Yoga atau Pilates

Yoga dan pilates melatih fleksibilitas serta kekuatan otot inti, sekaligus membantu mengelola stres selama puasa. Gerakannya lembut sehingga tidak terlalu membebani metabolisme tubuh.

4. Stretching

Peregangan sederhana bermanfaat menjaga kelenturan otot dan sendi, terutama bagi yang banyak beraktivitas di rumah. Stretching juga membantu meredakan ketegangan otot akibat kurang gerak.

5. Senam Ringan

Senam aerobik low impact dapat menjadi pilihan untuk menjaga stamina dengan intensitas yang mudah diatur. Aktivitas ini membantu tubuh tetap bugar tanpa menyebabkan kelelahan berlebihan.

Agar olahraga tetap memberi manfaat dan tidak memicu gangguan kesehatan, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pilih waktu olahraga saat puasa yang sesuai dengan kondisi tubuh.
  • Awali dengan pemanasan dan akhiri dengan pendinginan.
  • Pastikan asupan cairan cukup saat sahur dan berbuka.
  • Hentikan olahraga jika merasa lemas, pusing, atau jantung berdebar kencang.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka.

Jika mengalami pusing berat, detak jantung sangat cepat, atau sesak napas saat berolahraga, segera hentikan aktivitas dan beristirahat. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda tubuh kekurangan cairan atau kelelahan berlebih.

Menentukan waktu olahraga saat puasa yang tepat menjadi kunci agar manfaat kesehatan tetap diperoleh tanpa mengorbankan kondisi tubuh.

Bagi yang memiliki penyakit tertentu atau rutin mengonsumsi obat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai aktivitas fisik selama Ramadan. (*)

Update