
batampos – Wiper mobil merupakan komponen penting yang kerap dianggap sepele, padahal berperan besar dalam menjaga keselamatan berkendara, terutama saat hujan. Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan pengemudi justru membuat wiper cepat rusak dan tidak berfungsi optimal.
Masalah yang sering muncul pada wiper antara lain karet cepat aus, menimbulkan bunyi berdecit, hingga tidak mampu menyapu air dengan bersih. Kondisi ini dapat mengganggu jarak pandang dan berisiko saat berkendara.
Mengutip Chin Lang Autoparts, terdapat beberapa penyebab umum kerusakan wiper mobil yang jarang disadari pengemudi.
Salah satunya adalah karet wiper yang aus. Karet yang retak atau mengeras akibat paparan panas matahari dan kotoran tidak lagi mampu menyapu air secara merata, sehingga meninggalkan garis di kaca.
Selain itu, korosi dan karat pada bagian linkage juga kerap menjadi pemicu. Komponen logam wiper yang sering terpapar kelembapan dan kotoran dapat berkarat, menyebabkan lengan wiper melemah hingga berpotensi macet.
Pemasangan yang tidak tepat juga bisa mempercepat kerusakan. Ketidaksejajaran saat pemasangan membuat beban kerja wiper tidak merata, sehingga performa sapuan menurun dan komponen cepat aus.
Masalah lain berasal dari motor wiper. Kerusakan pada roda gigi, armature, atau masuknya kelembapan dapat membuat motor melemah. Bahkan, motor wiper bisa terbakar jika dipaksa bekerja saat ada hambatan berat, seperti kotoran tebal atau es.
Gangguan kelistrikan turut berperan, mulai dari sekring putus, saklar bermasalah, hingga konektor yang berkarat. Kondisi ini membuat wiper tidak bergerak normal atau mati total.
Faktor terakhir adalah beban berlebih. Motor yang sudah tidak stabil dapat memberi tekanan berlebihan pada linkage, sehingga konektor berisiko patah.
Para pakar otomotif menyarankan pengemudi untuk memeriksa kondisi wiper secara berkala dan menggantinya setiap 6 hingga 12 bulan, tergantung intensitas pemakaian dan kondisi cuaca di wilayah masing-masing. Perawatan sederhana ini dinilai mampu menjaga visibilitas dan keselamatan saat berkendara. (*)
