
batampos – Startup teknologi kendaraan otonom berbasis kecerdasan buatan (AI), Wayve, berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp18,6 triliun dalam putaran Seri D. Pendanaan tersebut dipimpin investor modal ventura dan institusional global.
Sejumlah produsen otomotif dunia ikut ambil bagian dalam pendanaan ini, di antaranya Mercedes-Benz, Nissan, dan Stellantis. Selain itu, perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Nvidia, serta Uber juga tercatat sebagai investor.
Dengan tambahan investasi berbasis pencapaian dari Uber, nilai pendanaan meningkat menjadi sekitar US$1,5 miliar. Secara keseluruhan, total dana yang telah dihimpun Wayve sejak berdiri mencapai US$2,8 miliar dengan valuasi perusahaan menembus US$8,6 miliar.
Keterlibatan para produsen mobil besar ini tidak sebatas penyertaan modal. Nissan, misalnya, telah menguji teknologi Wayve untuk sistem bantuan pengemudi generasi terbaru dan menargetkan peluncurannya di pasar Jepang pada tahun fiskal 2027.
Sementara itu, Mercedes-Benz dan Stellantis memperluas kerja sama strategis untuk mengintegrasikan teknologi AI Wayve dalam berbagai aplikasi, mulai dari sistem bantuan mengemudi hingga pengembangan layanan robotaxi untuk produksi massal.
CEO Wayve, Alex Kendall, mengatakan investasi tersebut memperdalam hubungan strategis dengan para mitra otomotif global sekaligus membuka peluang integrasi teknologi otonom generasi baru ke kendaraan konsumen dan armada robotaxi.
Wayve menargetkan peluncuran layanan robotaxi komersial pertama di London pada 2026, sebelum memperluas operasional ke lebih dari 10 kota di dunia melalui kolaborasi dengan Uber.
Teknologi yang dikembangkan Wayve dikenal sebagai end-to-end AI driver yang tidak bergantung pada peta definisi tinggi (HD maps). Sistem ini diklaim dapat diadaptasi untuk berbagai jenis kendaraan tanpa batasan merek maupun model tertentu.
Selain membangun armada robotaxi sendiri, perusahaan juga menyiapkan strategi untuk menjual atau melisensikan platform AI-nya kepada produsen mobil serta mitra industri lainnya.
Masuknya tiga produsen mobil besar dalam putaran pendanaan ini memperlihatkan tingginya kepercayaan industri otomotif global terhadap pendekatan AI Wayve dalam pengembangan kendaraan self-driving generasi berikutnya, di tengah sejumlah perusahaan lain yang justru memperlambat proyek serupa akibat tantangan teknis dan tingginya biaya pengembangan. (*)
