
batampos – Di zaman serba modern seperti sekarang, semua pekerjaan terasa lebih mudah dengan menggunakan gadget.
Tidak hanya itu, mencari hiburan atau informasi penting untuk keseharian pun sangat mudah ditemukan melalui gadget.
Tidak heran, banyak orang yang menghabiskan waktu hingga berjam-jam di depan layar gadget.
Sayangnya, penggunaan gadget secara berlebihan bisa menimbulkan efek kurang baik, salah satunya bagi kulit wajah. Seperti apa efeknya?
Mengenal Blue Light
Blue light, menurut situs Optik Tunggal adalah sinar biru yang terpancar melalui layar gadget seperti laptop, tablet, smartphone, TV LED atau lainnya.
Sinar ini tergolong sebagai HEV light (high energy visible light) yang merupakan jenis sinar yang dipancarkan oleh matahari.
Namun, ternyata blue light dari layar gadget bisa mengganggu kinerja kulit sehingga kulit akan tampak berkerut.
Efek Blue Light pada Kulit Menurut Dokter
Dokter sekaligus influencer ternama, dr. Tirta, melalui akun Youtube @TirtaPengPengPeng menjelaskan, gelombang blue light dapat mengganggu recovery kulit dan meningkatkan stres oksidatif pada kulit.
Hal itu, menurut dia, dapat terlihat pada orang yang bekerja di depan layar laptop atau komputer untuk jangka waktu yang lama, seperti editor atau pun programmer. Secara fisik, wajah mereka akan terlihat berkerut.
Sementara Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr. dr. Fitria Agustina yang membagikan informasi melalui Instagram @fitria_irzan, menjelaskan bahwa meskipun tingkat energi blue light lebih kecil dibanding sinar UV-A dan UV-B, namun sinar ini dapat menembus permukaan kulit lebih dalam.
“Efeknya dapat menyebabkan penuaan dini dan pigmen yang tidak rata,” ungkapnya.
Penelitian: Blue Light Dapat Merusak Kulit
Penelitian yang dipublikasikan melalui Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi mengungkap bahwa paparan blue light secara kumulatif dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan berbagai masalah kulit wajah.
Di antaranya yaitu memicu kemunculan tanda-tanda penuaan dini akibat paparan sinar tersebut atau yang biasa disebut photoaging.
Sinar blue light mampu melakukan penetrasi kulit lebih dalam, sehingga kolagen dan elastin menjadi rusak.
Ketika kulit mengalami kekurangan kolagen dan elastin, lapisan epidermis akan lebih mudah kendur dan menyebabkan keriput di beberapa area wajah.
Tidak hanya itu, kerusakan elastin, kolagen, dan sel-sel kulit wajah akibat blue light juga dapat melemahkan permukaan kulit wajah dan memperlambat regenerasi sel kulit.
Cara Lindungi Kulit dari Blue light
Baik dr. Tirta maupun dr. Fitria memberikan rekomendasi cara melindungi kulit dari bahaya blue light.
Caranya dengan menggunakan dark mode atau mode gelap pada gadget, mengurangi kecerahan gadget, serta menggunakan filter sinar biru.
Penggunaan gadget memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, penting untuk bijak dalam mengatur screen time agar kesehatan kulit tetap terjaga.(*)
