
batampos – Seorang balita berusia 3 tahun asal Sukabumi meninggal dunia akibat infeksi cacing dan meningitis tuberkulosis (TB). Kasus ini mendapat perhatian warganet karena dianggap berkaitan dengan masalah kebersihan lingkungan.
Cacingan sendiri merupakan penyakit yang ditularkan melalui tanah terkontaminasi dan bisa menyerang tubuh manusia.
Data World Health Organization (WHO) pada 2016 mencatat lebih dari 1,5 miliar orang atau sekitar 24% populasi dunia pernah terinfeksi cacingan.
Dikutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kamis (21/8), ada beberapa faktor penyebab cacingan. Penularan bisa terjadi melalui tanah tercemar tinja, kebiasaan makan tanpa cuci tangan, konsumsi makanan atau air yang tidak bersih, hingga perilaku anak-anak yang sering bermain di tempat kotor tanpa menjaga kebersihan diri.
Infeksi cacing dapat menyebabkan tubuh kehilangan nutrisi penting, membuat penderita mudah lelah, hingga menimbulkan gangguan pencernaan jika bebannya berat.
Untuk mencegah cacingan, Kemenkes menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Langkah sederhana bisa dimulai dengan rajin mencuci tangan pakai sabun, memastikan makanan dan minuman higienis, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin mengonsumsi obat cacing sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Dengan pencegahan sejak dini, risiko infeksi cacing pada anak dapat ditekan sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)
Reporter: Juliana Belence
