
batampos – Menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi kebutuhan dasar yang penting, terlebih bagi mereka dengan aktivitas padat dan mobilitas tinggi. Kondisi ini membuat wadah minum praktis seperti tumbler semakin diminati.
Seiring meningkatnya tren ramah lingkungan, berbagai brand tumbler berlomba menghadirkan inovasi terbaik, termasuk kemampuan menjaga suhu minuman lebih lama. Tumbler kini menjadi wadah minum andalan karena mampu mempertahankan temperatur panas atau dingin selama berjam-jam.
Menariknya, sejumlah tumbler premium bahkan dibanderol hingga jutaan rupiah. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan: apa yang membuat tumbler begitu istimewa?
Mengutip liberty-society.com dan datascripmall.id, berikut perbedaan tumbler dibanding botol minum biasa:
1. Desain
Tumbler hadir dengan desain beragam dan dapat dikustom sesuai keinginan. Mulut tumbler umumnya lebih lebar dengan tutup kokoh, bahkan dilengkapi sedotan atau corong untuk memudahkan minum. Sementara botol minum biasa cenderung memiliki desain lebih seragam.
2. Tutup botol
Tumbler menawarkan variasi tutup seperti flip-flop, screw on, hingga sports-caps. Sebagian besar dilengkapi fitur double lock untuk mencegah kebocoran. Botol minum biasa juga memiliki tutup, namun rawan rembes dan kurang aman ketika dibawa.
3. Kemampuan menjaga suhu
Keunggulan utama tumbler terletak pada isolasi termal dengan teknologi vacuum insulation. Dengan tiga lapis dinding, tumbler mampu menjaga suhu panas maupun dingin jauh lebih lama dibanding botol minum biasa.
4. Kegunaan
Tumbler dibuat dari material seperti aluminium atau stainless steel yang tahan lama dan dapat digunakan berulang. Sebaliknya, botol plastik biasa dapat menipis seiring waktu, memunculkan risiko mikroplastik dan pelepasan zat kimia ke air.
5. Fungsi
Keduanya sama-sama berfungsi sebagai wadah air. Namun tumbler sering digunakan sebagai media promosi atau souvenir karena bisa dikustom. Botol minum biasa lebih berfokus pada fungsi dasar dengan harga yang lebih terjangkau.
Tren penggunaan tumbler diperkirakan terus meningkat seiring kesadaran konsumen terhadap kesehatan, efisiensi, dan keberlanjutan.(*)
