
batampos – Tren otomotif pada 2025 semakin mengarah pada penggunaan kendaraan rendah emisi. Salah satu yang terus naik pamornya adalah mobil hybrid, yang menggabungkan mesin pembakaran internal (ICE) dengan motor listrik untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik sekaligus menekan polusi.
Mobil hybrid bekerja dengan memanfaatkan motor listrik sebagai penggerak utama di kecepatan rendah, sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat, suara mesin lebih senyap, dan gas buang berkurang. Ketika membutuhkan tenaga lebih besar, mesin bensin dan motor listrik akan bekerja bersama.
Salah satu keunggulan mobil hybrid adalah kemampuan sistemnya mengubah energi pengereman menjadi listrik (regenerative braking). Energi ini kemudian disimpan ke dalam baterai untuk digunakan kembali saat berkendara.
Saat ini terdapat tiga jenis mobil hybrid yang umum digunakan:
1. Mild Hybrid
Mild hybrid menggunakan baterai kecil dan motor listrik yang berfungsi sebagai pendukung mesin bensin. Sistemnya lebih sederhana sehingga biaya produksi dan perawatan cenderung lebih rendah.
2. Full Hybrid
Jenis ini memadukan mesin bensin dan motor listrik yang bisa bekerja secara terpisah maupun bersamaan. Full hybrid dapat bergerak hanya dengan tenaga listrik pada kecepatan rendah, sehingga sangat efisien di kondisi perkotaan.
3. Plug-in Hybrid (PHEV)
Plug-in hybrid memiliki baterai lebih besar dan bisa diisi melalui charging port. Jarak tempuh listriknya juga lebih jauh dibandingkan hybrid biasa, sehingga cocok untuk pengguna yang rutin berkendara jarak menengah tanpa bahan bakar.
Mobil hybrid semakin diminati karena menawarkan sejumlah kelebihan, di antaranya: efisiensi bahan bakar lebih baik, emisi gas buang lebih rendah, pengisian baterai otomatis melalui sistem pengereman dan perawatan relatif mudah.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, mobil hybrid menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin berkendara lebih ramah lingkungan tanpa meninggalkan kenyamanan kendaraan konvensional.
Reporter: Juliana Belence
