Senin, 12 Januari 2026

Tips Puasa Aman bagi Penderita GERD saat Ramadan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Berita Terkait

Ilustrasi penderita GERD. (Freepik)

batampos – Umat Muslim di seluruh dunia akan segera menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun, menjalani ibadah puasa bisa menjadi tantangan tersendiri bagi penderita maag, GERD, maupun asam lambung tinggi. Perubahan pola makan dan jam istirahat selama Ramadan kerap memicu naiknya asam lambung jika tidak diantisipasi dengan baik.

Selama berpuasa, penderita GERD perlu melakukan sejumlah penyesuaian, terutama terkait pola makan serta cara mengonsumsi makanan agar kondisi lambung tetap terjaga. Beberapa langkah persiapan berikut dapat membantu penderita GERD menjalani puasa dengan lebih nyaman.

Penderita GERD disarankan untuk makan secukupnya saat berbuka dan sahur. Mengonsumsi makanan berlebihan dapat membuat lambung bekerja lebih keras sehingga memicu perut terasa begah dan asam lambung naik.

Pilihan makanan ringan dan sehat seperti kurma, oatmeal, granola, atau biskuit bisa menjadi alternatif saat berbuka.

Selain itu, kebiasaan makan tergesa-gesa juga perlu dihindari. Rasa lapar setelah seharian berpuasa kerap membuat seseorang makan terlalu cepat, padahal kebiasaan tersebut dapat memicu GERD karena udara masuk berlebihan ke saluran cerna.

Makan sambil berbicara juga sebaiknya dihindari. Penderita GERD dianjurkan untuk makan secara perlahan dan bertahap, baik saat berbuka maupun sahur.

Pemilihan makanan juga menjadi faktor penting. Penderita GERD disarankan menjauhi makanan pemicu asam lambung seperti makanan cepat saji, pedas, terlalu asam, serta makanan tinggi lemak. Konsumsi kafein juga sebaiknya dibatasi selama berpuasa agar asam lambung tidak meningkat.

Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang aman bagi lambung, seperti nasi, oatmeal, dada ayam, ikan, buah pir, apel, dan pisang, serta air mineral.

Cara pengolahan makanan juga perlu diperhatikan. Makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang lebih dianjurkan dibandingkan makanan yang digoreng.

Kebiasaan tidur atau rebahan setelah makan juga perlu dihindari. Tidur setelah berbuka atau sahur dapat memicu naiknya asam lambung dan menyebabkan GERD kambuh. Jika rasa kantuk tidak tertahankan, posisi duduk saat beristirahat bisa menjadi pilihan sementara.

Selain faktor makanan, stres juga menjadi salah satu pemicu utama naiknya asam lambung, maag, dan GERD. Oleh karena itu, penting bagi penderita GERD untuk mengelola stres selama Ramadan.

Teknik pernapasan, relaksasi, hingga yoga ringan dapat membantu menenangkan pikiran dan menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama berpuasa. (*)

Update