
batampos – Sayur bening adalah masakan favorit ibu rumah tangga. Bahannya mudah didapat, memasaknya sat-set, nilai gizinya pun tinggi.
Untuk seluruh anggota keluarga sayur bening juga cocok dihidangkan di atas meja. Tinggal lauk saja yang menyesuaikan termasuk aneka jenis persambalan bagi yang ingin pedas.
Sayuran hijau seperti bayam, daun katuk, daun kelor cocok dimasak sayur bening. Bisa ditambahkan wortel, jagung, labu siam hingga gambas atau oyong. Tergantung selera.
Baca juga: Masak Apa Hari Ini? Cobain Resep Ayam Goreng Mentega Gurih Manis Anti Gagal
Hanya saja, jika tak pintar memasak, sayur bening sering kali berbau langu hingga terasa tak sedap lagi dimakan.
Chef Rudy Choirudin membagikan tips dasar membuat sayur being anti langu yang diunggah dalam kanal YouTube Galeri Rasa.
Ada beberapa trik untuk sayur being campur yang membuat cita rasanya lebih lembut , tidak langu, dan tetap segar meski penuh campuran sayuran.
Bahkan sayur bening Chef Rudy Choirudin juga menghadirkan sentuhan berbeda. Lebih aromatik, seimbang, dan punya teknik kecil yang membuat hasil akhirnya terasa lebih bersih dan gurih.
Yuk disimak tips dasar memasak sayur being anti langu ala Chef Rudy Choirudin berikut:
1. Siapkan Air dan Temu Kunci: Kunci Aroma yang Harus Ada
Sebelum masuk ke cara memasak, Chef Rudy menekankan satu hal penting: sayur bening tanpa temu kunci rasanya belum lengkap seperti ada yang hilang.
Dilansir dari Alodokter, temu kunci (Boesenbergia pandurata) adalah rempah yang banyak tumbuh di negara tropis seperti Indonesia.
Meski kandungan nutrisinya tidak terlalu besar, tanaman ini tetap memberi manfaat berkat senyawa aktif seperti flavonoid, yang berperan sebagai antioksidan.
Baca juga: Masak Apa Hari Ini? Yuk, Jajal Resep Oseng Ayam Cabe Bawang Pedas Gurih Viral
Temu kunci memberikan aroma yang khas yaitu wangi segar yang tidak terlalu tajam, tetapi langsung mengangkat cita rasa kuah. Cukup gunakan sekitar 8 cm, kupas tipis, lalu geprek agar aromanya keluar maksimal dan menciptakan kesegaran alami.
Sebagai langkah awal, rebus 1,5 liter air hingga mendidih.
Siapkan temu kunci sekitar 8 cm, kupas, lalu geprek hingga pecah.
Temu kunci langsung dimasukkan ke air mendidih agar aromanya keluar perlahan. Menurut Chef Rudy, ketika pecah, minyak atsirinya lebih mudah larut ke kuah dan memberi aroma khas yang membuat sayur bening terasa “rumahan banget.”
2. Masukkan Bumbu Dasar Saat Air Sudah Mendidih
Ketika air mulai benar-benar mendidih, baru bumbu dasar dimasukkan. Hal ini penting untuk menghindari rasa langu dan memastikan kuahnya tetap jernih.
Bumbu yang digunakan:
Bawang putih (direbus utuh atau geprek)
Garam (2 ¼ sdt)
Gula pasir (2 ½ sdt) – karena Chef Rudy suka profil manis-gurih, kamu bisa sesuaikan masakanmu dengan selera masing-masing.
Kaldu jamur atau kaldu bubuk secukupnya (opsional)
Bawang putih dimasukkan terlebih dulu karena Chef Rudy ingin aromanya keluar dulu sebelum sayuran lain masuk. Ketika aromanya sudah wangi, barulah lanjut ke langkah berikutnya.
3. Masukkan Sayuran yang Paling Keras Terlebih Dahulu
Teknik ini menjaga semua sayuran matang seimbang. Urutan masuk sayur versi Chef Rudy pertama yaitu jagung manis, diikuti labu siam kemudian baru wortel. Ketiga sayuran ini membutuhkan waktu lebih lama untuk melunak.
Setelah direbus beberapa menit, aromanya mulai berpadu dengan temu kunci dan bawang. Di tahap ini, kuah biasanya mulai harum dan manis alami dari jagung perlahan keluar.
Sebagai tanda semua sayur keras tersebut sudah cukup matang bisa dilihat dari rupa labu siam yang mulai tampak sedikit bening.
4. Masukkan Gambas (Oyong) dan Bayam Paling Terakhir
Chef Rudy menyarankan mengupas gambas secukupnya saja, tidak sampai putih bersih, khususnya jika gambas masih muda karena kulit hijaunya menyimpan nutrisi dan membuat tampilan lebih cantik.
Setelah sayuran keras mulai empuk, baru masukkan gambas.
Setelah gambas terlihat sedikit berubah warna, barulah masukkan bayam karena bayam adalah sayuran paling sensitif. Cepat matang, cepat berubah warna dan tidak boleh dihangatkan ulang bersama kuahnya.
Mengapa begitu? Penjelasan ini sejalan dengan informasi dari Hellosehat yang menyebutkan bahwa banyak vitamin dan mineral dalam sayuran tidak tahan terhadap panas yang berlebihan.
Paparan panas terus-menerus bisa membuat zat gizi hilang, bahkan mengubah struktur kimia beberapa jenis sayuran sehingga lebih sulit dicerna tubuh. Inilah alasan bayam harus masuk paling akhir dan dimasak sebentar saja agar kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Trik penting lainnya semisal mau makan dua kali, kamu cukup hangatkan kuahnya saja, kemudian bayam baru dimasukkan menjelang makan agar tidak langu.Teknik ini membuat bayam tetap hijau cantik dan rasanya tidak pahit.
Baca juga: 10 Makanan Sederhana yang Bebas Gluten dan Cocok untuk Diet
5. Cicipi dan Koreksi Rasa
Profil sayur bening ala Chef Rudy cenderung gurih, segar, ringan, sedikit manis dan aromatik dari temu kunci. Rasa manis ini tidak hanya datang dari gula, tetapi juga dari jagung dan labu siam. Kombinasi inilah yang membuat kuahnya terasa “lembut” tanpa bumbu yang berlebihan.
6. Sayur Bening Campur Siap Disajikan
Supaya makin “rumahan”, Chef Rudy menyarankan menyajikan sayur bening campur ini dengan sambal terasi atau sambal tomat, pindang goreng tepung, perkedel jagung, tahu tempe goreng dan jangan lupa kerupuk. Kombinasi ini membuat makan siang terasa lengkap dan menghangatkan.
Meski terlihat sederhana, pada intinya sayur bening campur ala Chef Rudy Choirudin punya beberapa teknik penting:
Temu kunci wajib digeprek agar aromanya keluar
Bawang putih harus dimasak hingga wangi
Urutan sayur harus tepat agar teksturnya seimbang
Bayam masuk paling akhir
Jika ingin dipanaskan lagi, pisahkan bayamnya
Teknik-teknik kecil inilah yang membuat sayur bening bukan sekadar masakan rumahan biasa, tetapi hidangan yang benar-benar segar, harum, dan memanjakan lidah. (*)
Sumber: Jpgroup
