Jumat, 30 Januari 2026

Tips Cara Menjawab Pertanyaan Pribadi nan Klasik saat Lebaran

Berita Terkait

Ilustrasi kumpul keluarga saat lebaran ditanya ‘kapan nikah?’ (123rf Dicintai.com)

batampos – Pertanyaan klise saat Idul Fitri selalu muncul setiap tahun. Mulai dari pertanyaan “kapan lulus?”, “kapan mendapat kerja?”, “kapan kamu nikah?”. Pertanyaan-pertanyaan ini seolah telah menjadi tradisi.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sulit dihindari karena biasanya disampaikan oleh orang-orang yang lebih tua. Mereka berasal dari generasi yang jauh berbeda.

Pada zaman dulu, pertanyaan semacam itu dianggap wajar. Namun, di era sekarang, pertanyaan pribadi mulai terasa kurang sopan karena menyangkut privasi yang seharusnya tidak diumbar. Meski begitu, kebiasaan tersebut tetap bertahan dan seolah-olah menjadi bagian dari budaya lebaran.

Secara umum, pertanyaan basa-basi bertujuan menunjukkan kepedulian, terutama dari anggota keluarga yang jarang bertemu. Namun, topik pribadi seperti karier, kehidupan, perubahan fisik, dan pencapaian akademik justru bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman, bahkan stres dan tertekan.

Mengutip laman feb.ugm.ac.id, stres adalah respons otomatis terhadap suatu situasi, tergantung pada bagaimana individu menilai keadaan tersebut. Apakah seseorang tersebut menganggapnya sebagai ancaman, tekanan, atau sesuatu yang netral.

Untuk mengatasinya, bersikap bijak adalah kunci. Komunikasi yang efektif dengan jawaban cerdas dapat membantu menegaskan pendirian tanpa mengganggu suasana. Selain itu, mengalihkan topik ke hal yang lebih positif juga bisa menjadi solusi.

Sebagai alternatif, Batam Pos telah menyusun jawaban cerdas no counter yang dapat digunakan untuk merespons pertanyaan-pertanyaan tersebut tanpa memicu perdebatan, sehingga suasana Lebaran tetap nyaman.

Jawaban Cerdas untuk Pertanyaan Basa-Basi

1. Kapan nikah?

  • “Doakan saja yang terbaik, masih dalam proses seleksi”
  • “Masih fokus memperbaiki diri, semua punya waktunya sendiri-sendiri”

2. Kenapa belum dapat kerja?

  • “Lagi proses, om/tante, doain aja biar dapet yang terbaik”
  • “Kalau ada lowongan di tempat om/tante, boleh banget diinfokan”
  • “Iya nih, lagi nunggu yang sesuai passion
  • “Lagi bangun bisnis nih, om/tante follow dong akun bisnis aku”

3. Makin kurus/gendut ya sekarang?

  • “Biar ada perubahan tiap tahun tante/om”
  • “Iya nih, makan enak terus gak bisa nolak”
  • “Lagi eksperimen diet, masih suka gagal”
  • “Yang penting sehat om/tante, bukan soal berat badan aja”

4. Kapan nyusul si …, dia udah sukses sekarang?

  • “Memang si … keren, tapi setiap orang punya jalannya sendiri tante/om”
  • “Lagi fokus sama jalur sendiri tante/om”
  • “Definisi sukses yang gimana nih? versi sukses bisa beda-beda om/tante”

5. Kok masih sendiri aja?

  • “Masih menikmati masa muda tante/om, nunggu yang pas”
  • “Masih fokus kuliah/kerja/berkarya, nanti kalau nemu yang cocok langsung sebar undangan”
  • “Mending single daripada salah pilih”
SourceJPGroup

Update