
batampos – Ketahuilah tidak mudah bagi introvert menjaga kedamaian diri di dunia yang dipenuhi oleh kaum ekstrovert ini.
Itu sebabnya, lahirlah aturan-aturan tidak tertulis, namun harus dipatuhi introvert agar kedamaian diri mereka tetap terjaga.
Dilansir dari jeanettebrown pada Sabtu (12/7), berikut ini delapan aturan yang harus dipatuhi kaum introvert yang tidak pernah disadari kaum ekstrovert.
1. Jangan Langsung Menjawab
Introvert lebih menghargai refleksi daripada reaksi, jadi, mereka cenderung memberi jeda atau berhenti sejenak. Jarang sekali mereka langsung mengatakan hal pertama yang terlintas dalam pikirannya ketika seseorang mengajukan pertanyaan, khususnya pertanyaan-pertanyaan yang mendalam.
Bagi mereka jeda adalah ruang sakral, tempat kejernihan bersemayam, dan jawaban-jawaban bijaksana lahir. Mereka belajar bahwa terburu-buru memulai percakapan sama saja berarti mengkompromikan kebenaran pribadinya.
Oleh sebab itu, mereka akan berhenti sejenak, bernapas, dan berpikir, karena kedamaian mereka tidak ditemukan dalam respons cepat, melainkan dari respons yang sadar. Namun, keheningan yang tercipta dari jeda tersebut justru membuat ekstrovert canggung bahkan membingungkan.
2. Lingkaran Kecil
Lingkaran jejaring sosial yang kecil adalah akar yang dalam bagi introvert. Aturan kedalaman daripada keluasan ini bukan sekadar preferensi, melainkan batasan yang dibungkus dengan upaya pertahanan diri.
Jadi, mereka cenderung memelihara segelintir hubungan yang dekat, namun bermakna dengan orang-orang yang memahaminya tanpa perlu penjelasan terus-menerus.
Persahabatan terjalin dan berakar pada autentisitas, keamanan emosional, dan rasa saling menghormati. Ini bukan tentang antisosial, tetapi penghematan energi untuk hubungan yang mengisi alih-alih menguras.
3. Pergilah Selagi Suasana Masih Bagus
Coba perhatikan, introvert sering kali meninggalkan pesta lebih awal ketika suasana masih menyenangkan. Ini bukan karena rasa bosan atau tidak ramah, tetapi mereka telah memelajari seni mengetahui kapan energi sosial mereka hampir mencapai batasnya.
Jadi, mereka akan pergi dengan anggung, bahkan sebelum orang lain menyadari energinya telah bergeser. Pergi diam-diam seperti ini bukan hal yang kasar, melainkan bijaksana.
Introvert paham bahwa tinggal terlalu lama akan merugikan diri mereka lebih dari sekadar tidur larut malam. Kondisi seperti ini akan merampas kedamaian mereka di hari berikutnya. Oleh sebab itu, introvert akan pergi selagi baterai emosionalnya masih terisi.
4. Lindungi Ritual
Sering kali introvert menciptakan kesendirian yang terstruktur dan terjadwal dalam ritme harian mereka, baik pagi atau malam hari.
Kebiasaan yang menjadi ritual seperti ini adalah jangkar bagi introvert yang memulihkan dunia batin mereka setelah dunia luar terlalu banyak menuntut ini.
5. Diam pun Jawaban
Seorang introvert tahu bahwa tidak semua pertanyaan pantas dijawab, tidak semua pendapat pantas dibantah, atau tidak semua konflik pantas mendapatkan energi mereka. Introvert ahli dalam hal-hal yang tak terucapkan seperti ini.
Bukan sebagai bentuk penghindaran, melainkan suatu kebijaksanaan. Ketika ekstrovert memilih untuk terlibat dalam perdebatan sengit, introvert sering kali memilih diam, karena mereka tahu bahwa diam bisa lebih keras daripada teriakan dan berbicara dengan lebih bijaksana.
Kadang kala menjaga perdamaian berarti membiarkan orang lain mengambil keputusan akhir dan membiarkan diri menjauh dengan kesadaran bahwa itu tidak mendefinisikan pribadi seorang introvert.
6. Kerumunan Butuh Waktu Pemulihan
Diantara semua aturan, ini aturan yang paling dipatuhi introvert, yakni mengisi ulang energi setelah interaksi sosial yang intens. Mungkin bagi ekstrovert perilaku ini tampak seperti ketidakstabilan atau perilaku antisosial.
Tetapi bagi introvert, kesendirian itu bukan masalah pribadi melainkan hal penting yang harus mereka penuhi.
7. Tidak Semua Pikiran Perlu Dibagikan
Ekstrovert sering memroses pikirannya dengan berbicara, namun sebaliknya, introvert menyempurnakan ide mereka terlebih dahulu secara internal, kemudian hanya membagikan apa yang dirasa benar-benar perlu.
Pada situasi ini mungkin introvert akan terlihat misterius dan menyendiri. Tetapi biarkanlah, karena yang sebenarnya terjadi mereka sedang melakukan kurasi internal, menyaring emosi, pertanyaan, wawasan, hingga apa yang tersisa dan teraasa layak untuk disuarakan.
Kata-kata bagi mereka adalah energi. Jadi, basa-basi atau komentar dangkal sama saja seperti merampas oksigen dari kehidupan batinnya.
Jadi, ketika introvert tetap diam, bukan berarti tidak punya apa-apa untuk dikatakan, melainkan mereka memilih apa yang tidak akan dikatakan.
8. Biarkan Energi
Sering kali introvert mengecewakan orang lain dengan melakukan apa yang terbaik untuk dunia batin mereka, bukan apa yang diharapkan secara sosial. Mungkin mereka mengatakan ‘tidak’ pada hal-hal yang mungkin akan mengesankan orang lain tetapi menghancurkan kedamaian batin mereka.
Ini sulit sekali disadari kaum ekstrovert, terlebih ketika mereka menyamakan koneksi dengan interaksi yang konstan, sementara introvert tidak mampu memenuhi semua itu.
Bagi introvert, hal semacam itu sama saja mengabaikan energi pribadi yang menyebabkan kelelahan, kebencian, dan keterputusan dengan diri sendiri. Jadi, mereka menghargai energi mereka di atas kewajiban dan membiarkan perasaan mereka memandu keputusan, bukan apa yang ‘seharusnya’ mereka lakukan.
Itulah cara mereka melindungi kedamaian yang sulit diraih dan mudah terganggu.
Demikian delapan aturan tidak tertulis yang harus dipatuhi introvert supaya kedamaian dirinya tetap terjaga. Aturan-aturan ini adalah mekanisme bertahan hidup dan arsitektur untuk kesejahteraan introvert yang memungkinkan mereka untuk terus muncul di dunia yang tidak dirancang untuk mereka ini.
Jadi, bagi seorang ekstrovert ingatlah bahwa ketenangan introvert bukanlah jarak, batasan bukanlah penolakan, dan keheningan mereka bukan berarti ketidakpedulian. Menjaga kedamaian bukanlah hal yang egois, melainkan suatu hal yang sakral. (*)
