Rabu, 25 Februari 2026

Thailand Pangkas Standar Gula Minuman Jadi 50 Persen, Dorong Gaya Hidup Sehat

Berita Terkait

Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Pemerintah Thailand resmi memangkas standar kadar gula minuman menjadi 50 persen dari takaran sebelumnya sebagai langkah mendorong gaya hidup sehat. Kebijakan ini mulai berlaku Rabu (11/2) dan menyasar minuman yang dibuat saat dipesan di berbagai gerai.

Melalui Departemen Kesehatan dan kemitraan dengan pelaku industri minuman nasional, definisi “normal sweetness” atau tingkat kemanisan normal kini ditetapkan hanya setengah dari standar lama yang selama ini digunakan di banyak kedai kopi dan teh.

Sebelumnya, banyak gerai menetapkan kadar gula cukup tinggi dalam resep minuman seperti kopi susu, Thai milk tea, hingga minuman boba.

Dengan aturan baru tersebut, minuman otomatis disajikan dengan 50 persen kadar gula dari takaran lama tanpa konsumen harus memilih ulang.

Meski demikian, pelanggan tetap diberi opsi memilih tingkat kemanisan lain seperti 25 persen, 75 persen, atau 100 persen. Namun, standar “normal” kini telah bergeser ke level yang lebih rendah.

Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif kesehatan masyarakat untuk menekan konsumsi gula berlebih yang menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit tidak menular (NCDs) di Thailand.

Data Departemen Kesehatan yang dikutip VN Express pada Rabu (25/2) menyebutkan rata-rata warga Thailand mengonsumsi sekitar 21 sendok teh gula per hari.

Angka tersebut jauh di atas rekomendasi World Health Organization (WHO) yang menyarankan konsumsi gula tambahan sekitar 6–25 gram per hari untuk orang dewasa.

Sejumlah jaringan minuman besar seperti Cafe Amazon, All Cafe, Black Canyon, Inthanin, dan Punthai turut bekerja sama menerapkan standar baru tersebut di gerai mereka.

Para pakar kesehatan menilai kebijakan ini memanfaatkan pendekatan “opsi default”, yakni menjadikan pilihan sehat sebagai standar awal tanpa menghilangkan kebebasan konsumen untuk menambah gula jika diinginkan.

Satu gelas minuman yang sebelumnya mengandung 40–50 gram gula kini disajikan dengan kisaran 20–25 gram gula. Namun, implementasi di lapangan dapat berbeda tergantung merek dan jenis menu.

Pemerintah Thailand menegaskan kebijakan ini bukan pelarangan total terhadap gula, melainkan upaya sistemik untuk mengubah kebiasaan konsumsi masyarakat secara bertahap menuju pola hidup lebih sehat. (*)

Update