
batampos – Pengembang dan penerbit gim asal Prancis, Nacon, mengajukan permohonan insolvensi serta restrukturisasi utang di pengadilan. Langkah ini diambil menyusul persoalan keuangan yang dipicu ketidakmampuan pemegang saham mayoritasnya membayar sebagian pinjaman.
Meski menghadapi tekanan finansial, salah satu proyek utama mereka, Terminator: Survivors, dipastikan tetap berada dalam tahap pengembangan aktif.
Tim pengembang menyatakan proses produksi gim terus berjalan. Mereka bahkan membagikan sejumlah detail terbaru terkait desain dunia permainan, pendekatan cerita, serta pembaruan konsep gameplay yang diklaim akan meningkatkan pengalaman pemain.
Sejak pertama kali diumumkan, Terminator: Survivors telah mengalami sejumlah perubahan signifikan. Nacon Studio Milan mengonfirmasi bahwa gim tersebut tidak lagi mengusung mode co-op multiplayer.
Fokus pengembangan kini sepenuhnya diarahkan pada pengalaman single player dengan peta lebih luas dan narasi yang diperluas.
Gim ini dibangun menggunakan Unreal Engine 5 dan dirancang untuk platform PC serta konsol generasi terbaru. Cuplikan dan GIF yang telah dipamerkan sebelumnya menampilkan atmosfer dunia pasca-apokaliptik, siklus siang-malam, desain lingkungan detail, hingga musuh ikonik seperti T-800.
Pembaruan informasi ini dirilis setelah periode keheningan cukup panjang sejak perubahan besar konsep gim diumumkan. Meski Nacon mengajukan insolvensi, langkah tersebut bukan berarti perusahaan langsung bangkrut.
Di Prancis, proses hukum tersebut memungkinkan perusahaan menyusun ulang utang dan menjaga operasional tetap berjalan di bawah pengawasan pengadilan. Tujuannya untuk melindungi karyawan serta memastikan proyek-proyek yang sedang berjalan tetap berlanjut.
Selain Terminator: Survivors, sejumlah proyek lain juga masih berada dalam pipeline Nacon, termasuk GreedFall 2: The Dying World dan Styx: Blades of Greed.
Beberapa judul lain berpotensi diumumkan dalam ajang Nacon Connect 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada awal Maret 2026. (*)
