Sabtu, 14 Februari 2026

Tak Hanya Genteng dan Seng, Ini Rekomendasi Material Atap Rumah yang Lebih Awet dan Tahan Cuaca

Berita Terkait

Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Memilih material atap rumah bukan hanya soal tampilan, tetapi juga mempertimbangkan fungsi, daya tahan, serta efisiensi jangka panjang.

Dua material yang paling umum digunakan adalah genteng dan seng. Keduanya memiliki karakteristik berbeda dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan.

Genteng tradisional umumnya terbuat dari tanah liat (clay). Material ini dikenal memiliki ketahanan jangka panjang serta nilai estetika yang menarik. Namun, bobotnya relatif lebih berat sehingga membutuhkan struktur bangunan yang kuat.

Sementara itu, atap seng atau logam cukup populer karena ringan, tahan terhadap cuaca ekstrem, dan pemasangannya relatif cepat. Material ini biasanya terbuat dari baja atau aluminium yang dilapisi untuk mencegah korosi.

Atap logam juga memiliki kemampuan memantulkan sinar matahari sehingga membantu mengurangi suhu dalam rumah di daerah beriklim panas. Meski demikian, atap jenis ini berpotensi menimbulkan suara lebih keras saat hujan deras.

Selain dua material tersebut, terdapat sejumlah alternatif yang juga banyak digunakan di berbagai negara:

1. Sirap Aspal

Material ini umum digunakan di Eropa dan Amerika. Biaya awalnya relatif terjangkau dan proses pemasangannya cepat. Namun, umur pakainya cenderung lebih pendek dibanding genteng atau atap logam.

2. Atap Batu Alam (Slate Roof)

Atap ini menawarkan tampilan premium dan daya tahan luar biasa, bahkan bisa bertahan hingga 50–100 tahun. Tahan api dan kuat terhadap cuaca ekstrem, tetapi bobotnya berat serta membutuhkan biaya dan pemasangan profesional.

3. Atap Kayu

Material seperti kayu cedar memberikan kesan natural dan hangat. Selain itu, atap kayu memiliki kemampuan insulasi panas yang baik. Namun, perawatannya lebih intensif dan perlu perlindungan tambahan terhadap risiko kebakaran.

4. Atap Sintetis

Material modern berbahan campuran ini dirancang untuk meniru tampilan genteng atau batu alam dengan bobot lebih ringan. Atap sintetis menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang menginginkan estetika premium tanpa membebani struktur bangunan.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis material atap yang paling sempurna untuk semua rumah. Pemilihan terbaik bergantung pada kombinasi faktor seperti iklim, kekuatan struktur bangunan, anggaran, serta preferensi desain pemilik rumah. (()

Update