Jumat, 6 Maret 2026

Sudah Rutin Olahraga dan Jaga Makan Tetapi Berat Badan Stagnan, Simak 5 Penyebabnya

Berita Terkait

Menurunkan berat badan.

batampos – Penurunan berat badan ideal seringkali menjadi target banyak orang. Namun, meskipun sudah makan sehat dan rutin berolahraga, timbangan kerap tak kunjung bergerak turun.

Sains ternyata punya penjelasan yang tak banyak disadari tentang mengapa berat badan sulit turun.

Banyak orang mengira bahwa turunnya berat badan hanya soal defisit kalori, lebih sedikit kalori masuk daripada keluar.

Secara teori, konsep ini memang benar. Jika tubuh membakar lebih banyak energi dibandingkan yang dikonsumsi, maka berat badan akan turun.

Namun dalam praktiknya, tubuh manusia tidak bekerja seperti kalkulator sederhana. Tubuh memiliki sistem pertahanan alami.

Ketika asupan kalori berkurang drastis atau aktivitas fisik meningkat tajam, tubuh bisa menganggap kondisi tersebut sebagai ancaman kekurangan energi.

Akibatnya, metabolisme melambat untuk menghemat energi, rasa lapar meningkat, dan tubuh cenderung menyimpan lemak sebagai cadangan. Inilah yang sering membuat diet terasa stagnan meski sudah berusaha keras.

Selain itu, berat badan juga dipengaruhi oleh hormon, kualitas tidur, tingkat stres, komposisi tubuh, hingga faktor genetik.

Dua orang yang menjalani pola makan dan olahraga yang sama belum tentu mendapatkan hasil identik, karena respons metabolisme masing-masing berbeda.

Melansir dari laman YourTango pada Jumat (6/3), menyebutkan lima alasan mengapa berat badan susah turun meski usaha sudah maksimal.

1.Stres kronis meningkatkan hormon kortisol

Stres berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol. Hormon ini berperan dalam respons tubuh terhadap tekanan.

Kadarnya hormon kortisol yang terlalu tinggi, dapat memicu peningkatan nafsu makan dan penyimpanan lemak, terutama di area perut.

Penelitian menunjukkan bahwa kadar kortisol yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas dan gangguan metabolisme.

Dalam kondisi stres kronis, tubuh cenderung mempertahankan cadangan energi sebagai mekanisme bertahan hidup, sehingga berat badan lebih sulit turun.

2.Kurang tidur mengganggu hormon nafsu makan

Tidur bukan hanya soal istirahat, tetapi juga berpengaruh pada keseimbangan hormon pada tubuh.

Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin atau pemicu rasa lapar dan menurunkan hormon leptin atau pemberi sinyal kenyang.

Penelitian dalam jurnal annals of internal medicine, menyebutkan bahwa pembatasan tidur dapat mempengaruhi komposisi penurunan berat badan dan mengurangi pembakaran lemak.

berat badan turun, persentase lemak yang hilang bisa lebih sedikit jika waktu tidur tidak cukup.

3.Sensitivitas atau intoleransi makanan

Beberapa orang mungkin memiliki sensitivitas terhadap makanan tertentu seperti gluten atau produk susu tanpa menyadarinya.

Respons tubuh terhadap makanan yang tidak cocok dapat memicu peradangan ringan, gangguan pencernaan, serta ketidakseimbangan metabolik.

Peradangan kronis tingkat rendah diketahui berkaitan dengan kesulitan menurunkan berat badan.

Mengidentifikasi pola makan melalui food diary atau uji eliminasi dapat membantu mengetahui apakah ada makanan yang memperlambat proses diet.

4.Asupan kalori tersembunyi dari kebiasaan makan

Sering kali seseorang merasa sudah makan sehat saat waktu makan utama, tetapi lupa memperhitungkan camilan kecil di sela-sela aktivitas.

Minuman manis, kopi dengan tambahan gula, atau snack ringan bisa menyumbang kalori ekstra yang signifikan.

Tanpa disadari, kelebihan kalori kecil yang terjadi setiap hari dapat menggagalkan defisit kalori yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan.

Mencatat asupan makanan harian bisa menjadi cara efektif untuk mengevaluasi pola makan.

5.Olahraga berlebihan tanpa istirahat cukup

Berolahraga secara rutin memang penting, tetapi latihan yang terlalu intens tanpa pemulihan yang cukup justru dapat meningkatkan stres fisik. Kondisi ini kembali memicu produksi kortisol yang tinggi.

Kombinasi latihan kekuatan, kardio secukupnya, serta hari istirahat dapat membantu tubuh membakar lemak lebih efektif dibandingkan olahraga berlebihan setiap hari.

Berat badan yang susah turun bukan semata-mata karena kurang disiplin atau kurang usaha. Faktor hormon, kualitas tidur, stres, pola makan tersembunyi, hingga pola olahraga dapat mempengaruhi hasil diet secara signifikan.(*)

ReporterJPGroup

Update