Selasa, 9 Juni 2026

Subaru Kembangkan Tiga Mobil Manual Baru, Isyaratkan Kebangkitan STI?

Berita Terkait

Subaru memastikan tetap mempertahankan transmisi manual dengan menyiapkan tiga model baru yang akan meluncur hingga 2027. Sumber gambar: x.com/Lonso0.

batampos – Di tengah tren industri otomotif yang semakin beralih ke transmisi otomatis dan kendaraan listrik, Subaru justru mengambil langkah berbeda.

Pabrikan asal Jepang itu memastikan tetap mempertahankan mobil bertransmisi manual dengan menyiapkan tiga model baru yang dijadwalkan meluncur paling lambat pada 2027.

Komitmen tersebut disampaikan Executive Vice President sekaligus Chief Technology Officer Subaru, Tetsuro Fujinuki, dalam ajang ENEOS Super Taikyu Series 2026 di Fuji Speedway, Jepang.

Menurut Fujinuki, ketiga model tersebut dirancang untuk menghadirkan sensasi berkendara yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi para penggemar mobil manual, sekaligus tetap menawarkan harga yang relatif terjangkau.

“Model-model ini dikembangkan untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan dan mudah dijangkau oleh para pencinta transmisi manual,” ujar Fujinuki seperti dikutip dari Road & Track.

Salah satu model yang paling menarik perhatian adalah varian terbaru Subaru WRX yang akan dibekali transmisi manual TY85. Gearbox tersebut sebelumnya digunakan pada model STI generasi terdahulu yang dikenal memiliki karakter performa tinggi.

Penggunaan transmisi tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya label STI ke jajaran produk Subaru. Namun hingga kini perusahaan belum memberikan konfirmasi resmi terkait hal tersebut.

Selain WRX, Subaru juga menyiapkan versi performa dari BRZ yang dikembangkan dari konsep STI Sport Type RA. Berbeda dengan pendekatan mobil sport pada umumnya yang berfokus pada peningkatan tenaga mesin, Subaru disebut lebih menitikberatkan pengembangan pada kualitas pengendalian dan pengalaman berkendara.

Model ketiga yang tengah dipersiapkan adalah hatchback lima pintu baru yang dirancang sebagai mobil performa dengan harga yang tetap kompetitif.

Kendaraan ini diyakini terinspirasi dari konsep Performance-B STI dan akan memiliki karakter yang berbeda dibandingkan WRX maupun BRZ.

Langkah Subaru mempertahankan transmisi manual dinilai cukup berani. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak produsen otomotif global mulai mengurangi bahkan menghentikan produksi mobil manual karena permintaan pasar yang terus menurun.

Peralihan industri menuju kendaraan elektrifikasi juga membuat sejumlah pabrikan lebih fokus mengembangkan teknologi otomatis dan sistem penggerak listrik.

Meski demikian, Subaru melihat masih ada segmen konsumen yang menginginkan sensasi berkendara yang lebih autentik melalui perpindahan gigi secara manual. Kelompok inilah yang menjadi target utama pengembangan tiga model baru tersebut.

Dengan strategi itu, Subaru berupaya menjaga identitasnya sebagai produsen mobil yang mengutamakan keterlibatan pengemudi, sekaligus membuktikan bahwa transmisi manual masih memiliki tempat di tengah perubahan besar industri otomotif dunia. (*)

Update