
batampos – batampos – Microsoft resmi melakukan perubahan besar dalam strategi bisnis gim dengan menghapus brand “Microsoft Gaming” dan kembali menjadikan Xbox sebagai identitas utama.
Keputusan ini diumumkan dalam pertemuan internal sebagai bagian dari langkah strategis bertajuk “return of Xbox”. Sebelumnya, Microsoft menggunakan nama Microsoft Gaming sejak 2022, terutama saat proses akuisisi Activision Blizzard.
Manajemen baru menilai brand Microsoft Gaming tidak sekuat Xbox yang telah lebih dulu melekat di kalangan gamer global.
“Xbox harus kembali menjadi pusat dari seluruh ekosistem gaming Microsoft,” ujar CEO Xbox, Asha Sharma, dikutip dari Pure Xbox, Jumat (24/4).
Microsoft Gaming disebut lebih mencerminkan struktur organisasi, bukan arah ambisi perusahaan. Karena itu, Microsoft memutuskan kembali ke akar dengan memperkuat Xbox sebagai brand utama.
Selain perubahan identitas, Microsoft juga melakukan penyesuaian strategi bisnis, termasuk menurunkan harga layanan Xbox Game Pass serta mengevaluasi kebijakan lama.
Salah satu kebijakan yang ditinjau ulang adalah strategi memasukkan gim besar ke layanan pada hari pertama rilis. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing Xbox di pasar global.
Ke depan, Microsoft akan fokus pada empat pilar utama, yakni perangkat keras (hardware), konten, pengalaman pengguna, dan layanan.
Perusahaan juga menargetkan peningkatan jumlah pengguna aktif dengan memperluas jangkauan ke berbagai platform, termasuk PC, mobile, dan cloud gaming.
Tak hanya itu, Microsoft memastikan pengembangan konsol generasi berikutnya tetap berjalan dengan nama kode Project Helix yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.
Langkah ini menegaskan komitmen Microsoft untuk memperkuat posisi Xbox sebagai salah satu pemain utama dalam industri gim global. (*)
