Senin, 9 Februari 2026

Sony Patenkan Kontroler PlayStation Tanpa Tombol Fisik

Berita Terkait

F. x.com/FakePearBear.

batampos – Sony Interactive Entertainment mengungkap arah baru pengembangan perangkat gaming dengan mengantongi paten kontroler PlayStation berbasis layar sentuh penuh yang dapat dikustomisasi sesuai preferensi pemain.

Paten tersebut telah disetujui di Amerika Serikat setelah pertama kali diajukan pada 2023 dan dipublikasikan pada awal 2026. Dokumen itu memberi gambaran potensi perubahan besar pada desain kontroler PlayStation di masa depan.

Dalam rancangan tersebut, Sony menghilangkan tombol fisik konvensional seperti D-pad, analog stick, serta tombol aksi. Sebagai gantinya, seluruh permukaan atas kontroler dirancang sebagai layar sentuh adaptif.

Melalui layar tersebut, pemain dapat memasang, memindahkan, memperbesar, memperkecil, hingga menghapus tombol virtual sesuai kebutuhan permainan dan kenyamanan masing-masing pengguna.

Sony menilai pendekatan ini dapat mengatasi keterbatasan tata letak tombol tetap yang selama ini dinilai tidak selalu cocok untuk semua ukuran tangan dan gaya bermain.

“Ide penggunaan sensor tekanan dan sensor panas di permukaan layar bertujuan membedakan sentuhan yang disengaja dan tidak disengaja, sehingga tetap menjaga akurasi input saat bermain,” tulis Sony dalam dokumen paten, dikutip dari Dexerto, Senin (9/2).

Selain itu, paten tersebut juga memuat fitur identifikasi pengguna. Kontroler disebut berpotensi mengenali pemegangnya secara otomatis dan langsung menerapkan konfigurasi tombol favorit yang telah disimpan sebelumnya.

Fitur ini memungkinkan satu kontroler digunakan oleh banyak pemain tanpa perlu melakukan pengaturan ulang setiap kali berganti pengguna.

Meski demikian, sejumlah analis menegaskan bahwa paten tidak selalu berujung pada produk komersial. Banyak paten teknologi yang didaftarkan perusahaan besar hanya berhenti pada tahap riset dan pengembangan.

Kendati belum dipastikan akan diproduksi massal, paten ini memberi sinyal kuat arah eksplorasi Sony terhadap teknologi kontroler generasi berikutnya, termasuk kemungkinan penerapannya pada konsol masa depan seperti PlayStation 6 atau perangkat tambahan baru. (*)

Update