Jumat, 9 Desember 2022

Singgung Penyandang Disabilitas, Beyonce Akan Hapus Kata ”Spaz” dalam Lirik Lagunya

Berita Terkait

Penyanyi Beyonce. (dok. jawapos.com)

batampos – Dianggap menyinggung penyandang disabilitas, Beyonce mengatakan akan menghapus kata ”spaz” dalam lirik lagu terbarunya, Heated. Sang megabintang pop AS itu dikabarkan akan merekam ulang lagu yang merupakan bagian dari album terbaru “Renaissance”.

Menurut juru bicara Beyonce, penggunaan kata ”spaz” dilakukan secara tidak sengaja. “Kata itu, yang tidak digunakan secara sengaja, akan diganti,” kata juru bicara Beyonce kepada AFP melalui email, dikutip pada Selasa melalui ANTARA.

Ditulis bersama dengan rapper asal Kanada Drake, lagu tersebut tampaknya menggunakan kata “spaz” dalam arti sehari-hari untuk menggambarkan tindakan kehilangan kendali yang sementara atau bertindak tidak menentu.

Kata “spaz” dikritik oleh para aktivis karena dianggap bernada ofensif. Para aktivis disabilitas mencatat bahwa kata tersebut berasal dari kata “spastis”.

Baca juga : Beyonce Rilis Karya Terbaru di Akhir Juli 2022

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), spastisitas adalah gangguan gerakan yang melibatkan otot kaku dan gerakan canggung yang dialami oleh 80 persen penderita cerebral palsy.

Pengalaman serupa juga pernah dialami penyanyi Lizzo pada Juni yang merekam ulang lagunya “Grrrls” untuk menghapus istilah yang dianggap menghina kelompok tertentu.

Aktivis disabilitas dari Australia Hannah Diviney mengatakan penyertaan kata tersebut oleh Beyonce bagaikan sebuah tamparan bagi komunitas disabilitas dan tamparan bagi upaya kemajuan yang sebelumnya dibuat terkait kasus pada Lizzo.

“Kurasa aku akan terus memberi tahu seluruh industri untuk ‘melakukan yang lebih baik’ sampai kata berkonotasi penghinaan itu menghilang dari dunia musik,” kata Diviney melalui cuitannya di Twitter.

Album studio ketujuh Beyonce “Renaissance” dirilis pada Jumat (29/7). Album tersebut telah mendapatkan ulasan positif terutama terkait dengan nuansa disko dan electronic dance.

Kolaborator lain di album tersebut juga termasuk Nile Rodgers, Skrillex, penyanyi Nigeria Tems, Grace Jones, Pharrell, dan suami Beyonce, Jay-Z.

Dalam sebuah unggahan di Instagram segera setelah rilis album, Beyonce mengatakan bahwa membuat album memungkinkannya mendapat tempat untuk bermimpi dan menemukan pelarian di tengah waktu yang menakutkan bagi dunia.

“Niat saya adalah menciptakan tempat yang aman, tempat tanpa penghakiman. Tempat untuk bebas dari perfeksionisme dan terlalu banyak berpikir. Tempat untuk berteriak, melepaskan, merasakan kebebasan,” tulis Beyonce. (*)

Reporter : Antara

Update