
batampos – Buang air besar (BAB) adalah proses alami tubuh untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan yang tidak dibutuhkan setelah proses pencernaan. Proses ini terjadi di akhir sistem pencernaan ketika usus besar menyerap air dari sisa makanan, membentuk feses, lalu mendorongnya keluar melalui rektum dan anus.
Frekuensi buang air besar dapat berbeda pada setiap orang, umumnya antara satu kali per hari atau setidaknya tiga kali per minggu. Sama halnya dengan waktu BAB seseorang, ada yang terbiasa pagi sebelum beraktivitas atau terdapat juga yang rutin di malam hari sebelum tidur.
Hal ini tentunya tergantung pada pola makan, gaya hidup dan kondisi tubuh masing-masing. Namun, di antara perbedaan tersebut, apakah ada waktu terbaik untuk seseorang melakukan BAB? Mari simak penjelasan berikut ini.
Kapan Waktu Terbaik untuk BAB
Waktu paling ideal untuk buang air besar adalah ketika rasa mulas pertama kali muncul, biasanya terjadi pada pagi hari setelah sarapan. Menurut Milton Keynes University Hospital, saat dorongan atau rasa ingin buang air besar muncul, feses akan lebih mudah keluar tanpa perlu mengejan terlalu keras.
Menahan atau mengejan berlebihan dapat memberi tekanan pada otot-otot panggul, yang akhirnya membuat pengosongan usus menjadi kurang efektif dan meningkatkan risiko wasir. Dikutip dari Hello Sehat, sebaiknya segera ke toilet saat muncul rasa mulas dan jangan menundanya agar kesehatan pencernaan tetap terjaga.
Namun, tidak masalah jika keinginan buang air besar muncul di waktu lain karena setiap orang biasanya akan berbeda kondisi. Pada umumnya, frekuensi normal BAB adalah sekali setiap hari hingga tiga kali dalam seminggu.
Cara Memperlancar Saluran Pencernaan agar BAB Rutin
Dikutip dari Halodoc, terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar saluran pencernaan lancar dan BAB tetap dalam kondisi normal.
1. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Ketika mengalami sembelit, sebaiknya jangan langsung mengonsumsi obat pencahar. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memperbanyak asupan air putih.
Kekurangan cairan atau dehidrasi merupakan penyebab umum sembelit, karena tubuh akan menyerap lebih banyak air dari usus besar. Idealnya, orang dewasa dianjurkan untuk minum sekitar delapan gelas air setiap hari agar pencernaan tetap lancar.
2. Konsumsi Bahan Pangan Tinggi Serat
Selain memperbanyak minum air, mencukupi kebutuhan serat juga penting untuk menjaga kelancaran pencernaan. Disarankan mengonsumsi sekitar 25-50 gram serat per hari agar buang air besar lebih mudah.
Sumber serat bisa diperoleh dari roti gandum utuh, buah-buahan dan sayuran. Serat membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan. Selain itu, mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri baik alami, seperti yogurt juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.
3. Rutin Berolahraga
Kurangnya aktivitas fisik atau olahraga dapat memicu sembelit, untuk mengatasinya, cobalah rutin berolahraga seperti jogging, lari ringan atau senam agar sistem pencernaan bekerja lebih lancar.
Gerakan tubuh yang aktif membantu merangsang kerja usus dan dapat mengurangi risiko sembelit. Pilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, namun hindari melakukannya secara berlebihan karena bisa menimbulkan masalah kesehatan lain.
4. Posisi Duduk di Atas WC
Posisi duduk di toilet ternyata berpengaruh terhadap kelancaran buang air besar. Agar prosesnya lebih mudah, disarankan untuk duduk dengan tubuh sedikit condong ke depan.
Santai dan rileks lengan dan paha, lalu angkat sedikit tumit agar posisi tubuh mengikuti arah gravitasi. Berdasarkan cara ini, penggunaan WC duduk mempercepat feses keluar lebih mudah dan lancar.
5. Memonitoring Waktu BAB
Salah satu cara untuk melancarkan pencernaan adalah dengan membiasakan diri memiliki jadwal buang air besar yang teratur. Bagi banyak orang, waktu ideal biasanya di pagi hari, meski hal ini bisa berbeda pada tiap individu.
Agar waktu BAB lebih teratur, usahakan makan di jam yang sama setiap hari agar ritme pencernaan menjadi stabil dan proses BAB lebih lancar. (*)
