Sabtu, 14 Maret 2026

Simak Langkah Perawatan Rem Mobil Sebelum Melakukan Perjalanan Mudik

Berita Terkait

Ilustrasi perawatan rem mobil. (Lifepal)

batampos – Hal yang biasa dianggap remeh namun riskan adalah sistem pengereman. Ini merupakan bagian penting yang berperan besar dalam menjaga keselamatan keluarga saat melakukan perjalanan jarak jauh.

Terlebih saat mudik, mobil sering membawa beban yang berlebih, sehingga meningkatkan gaya inersia dan memperpanjang jarak yang diperlukan untuk berhenti.

Maka sebaiknya pastikan kondisi rem tetap optimal bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga kebutuhan esensial untuk menghadapi berbagai potensi risiko di jalan.

Hariadi, Asisten Kepala Departemen Aftersales di PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengungkapkan bahwa keselamatan keluarga selama perjalanan mudik sangat dipengaruhi oleh kondisi kendaraan, terutama kinerja rem yang baik—terlebih saat mobil dalam keadaan membawa beban penuh.

“Kami menghimbau bagi pengendara agar melakukan pengecekan menyeluruh agar rem tetap responsif di segala situasi dan kondisi jalan raya,” ujarnya di Jakarta (Jumat 13/3).

Hal penting yang harus dilakukan bagi pemilik mobil sebelum melakukan perjalanan jauh.

1. Inspeksi Komponen Mekanis dan Gesekan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa ketebalan kampas rem (brake pads/shoes) untuk memastikan daya cengkram tetap optimal. Jika ketebalan sudah di bawah batas minimal, segera lakukan penggantian sebelum merusak bagian lain.

Perhatikan juga kondisi permukaan piringan cakram (Disc Brake) agar tetap rata dan tidak mengalami gejala warped yang dapat menimbulkan getaran pada setir saat pengereman.

Selain bagian depan, pemeriksaan rem tromol pada roda belakang juga tidak boleh terlewatkan untuk menjaga keseimbangan daya henti. Lakukan penyetelan ulang celah sepatu rem agar kinerja rem tangan tetap pakem saat kendaraan harus berhenti di tanjakan curam.

Pastikan juga piston pada kaliper rem dapat bergerak bebas tanpa hambatan dengan memberikan pelumasan khusus pada pin caliper.

2. Pemeliharaan Sistem Hidraulis dan Cairan

Kualitas minyak rem (brake fluid) memegang peranan kunci dalam menyalurkan tekanan dari pedal ke seluruh roda secara akurat. Karena bersifat higroskopis, minyak rem dapat menyerap uap air yang menurunkan titik didih minyak rem dan berisiko memicu korosi internal.

“Pastikan mobil Suzuki Anda menggunakan cairan Ecstar dengan standar DOT 3 atau DOT 4 sesuai spesifikasi pabrikan guna menghindari kerusakan seal karet,” tambah Hariadi.

Jika terdapat udara pada sistem hidraulis rem, maka dapat menyebabkan pedal rem terasa lemah. Lakukan proses bleeding rem dengan benar agar seluruh udara yang terperangkap pada sistem hilang, sehingga tekanan booster rem dan master rem tetap berada pada kondisi prima.

Periksa juga apakah ada gejala selang fleksibel yang mengembang atau retak, karena kerusakan kecil pada bagian ini dapat menyebabkan kebocoran tekanan.

3. Antisipasi Panas Berlebih dan Optimalisasi Teknologi Keselamatan

Saat melintasi di jalur pegunungan dengan turunan tajam, risiko brake fade atau penurunan daya pengereman akibat panas ekstrem sering kali terjadi. Kondisi ini bisa diperparah oleh vapor lock, yaitu penguapan minyak rem yang membuat rem kehilangan daya tekan sepenuhnya.

Untuk menghindarinya, kombinasikan penggunaan rem dengan teknik engine brake guna membantu mengurangi beban kerja mekanis pada piringan dan kampas rem.

Bagi mobil modern yang dilengkapi dengan fitur ABS (Anti-lock Braking System), pastikan seluruh sensor kecepatan roda dalam kondisi bersih. Keberadaan EBD dan Brake Assist sangat membantu distribusi gaya pengereman secara elektronik, terutama saat mobil bermuatan penuh penumpang serta barang bawaan.

Hariadi mengingatkan, “Bagi pemilik mobil Suzuki Apabila lampu peringatan rem atau simbol ABS pada dashboard menyala, segera lakukan diagnosa di Bengkel Resmi Suzuki untuk memastikan komputerisasi sistem tetap bekerja dengan baik.”

Komitmen Keselamatan dan Perawatan Preventif

Melakukan servis berkala sebelum berangkat mudik adalah bentuk tanggung jawab pengemudi terhadap keselamatan seluruh pengguna jalan. Pembersihan debu sisa gesekan dan pengecekan kebocoran pada silinder roda akan memberikan ketenangan batin selama berkendara.

Hindari menunda penggantian komponen rem, karena risiko kegagalan fungsi, terutama dalam kondisi lalu lintas padat, dapat berakibat fatal dan mengancam keselamatan seluruh pengguna jalan.

Perhatikan selalu tanda-tanda abnormal seperti suara berdecit, bau terbakar, atau tarikan rem tidak seimbang. Sebagai ahli di bidangnya, Hariadi berpesan, “Respon cepat terhadap gejala awal kerusakan dapat menyelamatkan Anda dari biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari.”

Persiapan matang pada sistem pengereman adalah kunci untuk menikmati momen lebaran di kampung halaman dengan penuh suka cita.(*)

ReporterJPGroup

Update