Senin, 8 Juni 2026

Simak Cara Memulihkan Tubuh dan Pikiran agar Segar Kembali dengan 7 Jenis Istirahat

Berita Terkait

Lakukan self-talk, bermanfaat untuk kesehatan mental.

batampos – Psikologi modern menjelaskan bahwa ada tujuh jenis istirahat yang dibutuhkan tubuh dan pikiran untuk benar-benar merasa segar kembali.

Kehidupan yang penuh tekanan dan informasi tanpa henti membuat banyak orang kelelahan meski sudah tidur cukup setiap malamnya.

Memahami berbagai jenis istirahat secara psikologi membantu tubuh dan pikiran pulih secara menyeluruh, bukan hanya secara fisik semata.

Dilansir dari laman YourTango pada Senin (8/6), berikut tujuh jenis istirahat yang perlu kamu penuhi agar tubuh dan pikiran benar-benar merasa segar kembali setiap harinya.

1. Istirahat fisik

Tidur berkualitas selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam adalah fondasi utama pemulihan fisik yang tidak bisa diabaikan.

Data dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari membantu mengatur ritme sirkadian tubuh.

Gerakan ringan seperti peregangan atau latihan pernapasan di siang hari juga efektif memulihkan energi fisik yang terkuras sepanjang hari.

2. Istirahat mental

Pikiran yang terus berputar memikirkan pekerjaan, keluarga, dan masa depan menciptakan kelelahan mental yang menguras energi secara signifikan.

Menyisipkan jeda singkat dalam rutinitas harian, seperti berjalan keluar ruangan menghirup udara segar, adalah cara sederhana memulihkan pikiran.

Teknik brain dump, yaitu menuliskan semua pikiran ke atas kertas tanpa urutan tertentu, terbukti membantu melepaskan beban mental yang menumpuk.

3. Istirahat sosial

Sebagai makhluk sosial, manusia tetap membutuhkan waktu sendiri secara berkala untuk kembali terhubung dengan diri sendiri secara mendalam.

Meluangkan waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat tanpa gangguan ponsel memberikan manfaat emosional yang jauh lebih besar dan nyata.

Neurosaintis Andrew Huberman menjelaskan bahwa menggulir media sosial tanpa tujuan adalah tanda sistem dopamin yang sudah terkuras habis.

4. Istirahat emosional

Istirahat emosional mengharuskan seseorang untuk mendengarkan intuisi dan menerapkan batasan yang dibutuhkan demi menjaga keseimbangan batin.

Terhubung dengan orang-orang yang dipercaya dan menerapkan self-compassion yang tulus adalah bagian penting dari pemulihan emosional yang sesungguhnya.

Perawatan diri yang sejati bukan sekadar ritual fisik, melainkan tentang memenuhi apa yang benar-benar dibutuhkan jiwa dan perasaan kamu.

5. Istirahat kreatif

Terlibat dalam aktivitas kreatif yang murni menyenangkan tanpa kaitan dengan pekerjaan adalah cara ampuh memulihkan semangat hidup seseorang.

Membaca buku untuk kesenangan, menjelajahi alam, atau sekadar melamun memberikan manfaat pemulihan yang sering kali diremehkan banyak orang.

Membiarkan diri bermain dan berkreasi secara bebas adalah salah satu bentuk istirahat yang paling menyehatkan secara psikologi dan emosional.

6. Istirahat sensoris

Indera yang terus-menerus dibanjiri informasi digital menciptakan kecemasan rendah namun konstan yang menguras sistem saraf secara perlahan.

Mematikan notifikasi di akhir jam kerja dan meninggalkan perangkat di ruangan lain adalah cara praktis memberikan istirahat pada indera.

Membiarkan pikiran melayang tanpa stimulus digital memberi kesempatan bagi sistem saraf untuk pulih dan kembali ke kondisi seimbang.

7. Istirahat spiritual

Merawat sisi spiritual memberikan kesempatan untuk memusatkan kembali diri dan mengingat hal-hal yang benar-benar bermakna dalam hidup.

Meditasi, menulis daftar syukur, atau menjalani ritual pribadi yang menghubungkan kamu dengan diri sendiri adalah bentuk istirahat spiritual yang efektif.

Bagi sebagian orang istirahat spiritual bisa berupa doa, menikmati alam, mengamati karya seni, atau sekadar memasak makanan yang bergizi. (*)

ReporterJPGroup

Update