Sabtu, 4 April 2026

Simak 9 Bahaya Menahan BAB Terlalu Sering

Berita Terkait

Ilustrasi Menahan BAB.

batampos – Menahan buang air besar (BAB) sering dianggap sepele, apalagi saat seseorang sedang sibuk atau berada di tempat yang tidak nyaman. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak serius bagi kesehatan pencernaan jika dilakukan berulang kali.

Banyak orang tidak menyadari bahwa dorongan BAB merupakan sinyal alami tubuh yang seharusnya tidak diabaikan.

Secara normal, sistem pencernaan bekerja dengan ritme tertentu untuk membuang sisa makanan dari tubuh. Namun, ketika keinginan BAB ditahan, feses akan tertahan lebih lama di dalam usus.

Kondisi ini membuat tubuh menyerap kembali air dari feses, sehingga teksturnya menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Akibatnya, berbagai gangguan pencernaan bisa muncul, mulai dari yang ringan hingga berisiko serius.

Dilansir dari Alodokter dan Hallosehat, berikut sejumlah dampak menahan BAB yang perlu diwaspadai.

1. Feses Mengeras dan Picu Sembelit

Salah satu dampak paling umum adalah sembelit. Ketika BAB ditahan, air dalam feses akan terus diserap oleh usus, membuatnya menjadi kering dan keras. Feses yang mengeras ini sulit dikeluarkan dan sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman hingga nyeri perut.

2. Pergerakan Usus Menjadi Lambat

Kebiasaan menahan BAB dapat mengganggu sistem kerja usus. Dalam jangka panjang, pergerakan usus bisa melambat bahkan kehilangan ritme alaminya. Hal ini membuat dorongan BAB menjadi tidak teratur dan memperburuk kondisi sembelit.

3. Meningkatkan Risiko Wasir atau Ambeien

Sembelit akibat menahan BAB sering membuat seseorang harus mengejan lebih keras saat buang air besar. Tekanan berlebih ini dapat menyebabkan pembuluh darah di area anus dan rektum membengkak, yang dikenal sebagai wasir atau ambeien. Gejalanya bisa berupa nyeri, gatal, hingga BAB berdarah.

4. Risiko Fisura Ani (Luka pada Anus)

Feses yang keras dan besar dapat melukai jaringan di sekitar anus saat dikeluarkan. Kondisi ini disebut fisura ani, yang ditandai dengan rasa sakit tajam dan perdarahan saat atau setelah BAB. Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

5. Infeksi Bakteri dalam Usus

Penumpukan feses dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri. Jika terjadi luka di dinding usus atau rektum, bakteri bisa berkembang lebih cepat dan menyebabkan peradangan. Dalam kondisi tertentu, infeksi ini bisa menjadi serius dan membutuhkan penanganan medis.

6. Inkontinensia Tinja

Menahan BAB terlalu sering juga dapat melemahkan otot-otot di sekitar rektum. Akibatnya, kontrol terhadap buang air besar bisa menurun. Kondisi ini dikenal sebagai inkontinensia tinja, yaitu keluarnya feses secara tidak sadar.

7. Risiko Peritonitis yang Berbahaya

Dalam kasus yang lebih parah, penumpukan feses dapat menyebabkan infeksi serius hingga peritonitis, yaitu peradangan pada lapisan dalam perut. Kondisi ini bisa terjadi jika usus mengalami kebocoran dan bakteri menyebar ke rongga perut.

8. Memicu Radang Usus Buntu

Penumpukan feses juga dapat menyumbat saluran usus buntu. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi radang usus buntu yang berisiko pecah dan membahayakan nyawa.

9. Meningkatkan Risiko Kanker Usus Besar

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa feses yang terlalu lama berada di dalam usus dapat meningkatkan paparan zat karsinogen pada dinding usus. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi meningkatkan risiko kanker kolorektal.(*)

ReporterJPGroup

Update