Rabu, 14 Januari 2026

Sering Alami Sembelit? Ini 4 Makanan Ramah Usus

Berita Terkait

Ilustrasi makanan sehat oatmeal. (Healthline)

batampos – Jika Anda sering merasa susah buang air besar, sembelit, atau tidak nyaman setelah makan, masalahnya mungkin bukan pada apa yang dikonsumsi namun pada apa yang kurang.

Kesehatan usus secara diam-diam memengaruhi segala hal, mulai dari pencernaan dan kekebalan tubuh hingga tingkat energi dan bahkan suasana hati.

Namun, kebanyakan orang fokus pada suplemen sambil mengabaikan makanan sehari-hari yang sebenarnya menyembuhkan lapisan usus dan meningkatkan pergerakan usus.

Untuk mengatasi masalah pencernaan, dilansir healtshots, berikut makanan ramah usus yang bisa Anda konsumsi.

1.Makanan kaya serat

Serat makanan sangat penting untuk pergerakan usus yang teratur dan mikrobioma usus yang sehat.

Serat menambah volume tinja, melembutkannya, dan membantu tinja keluar lebih mudah.

Anda bisa menambahkan buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan sebagai makanan pokok sehari-hari.

Pilihan lain termasuk buncis, oat dan quinoa, brokoli, almond, apel dan persik.

Asupan serat yang konsisten menjaga pencernaan tetap lancar dan mencegah sembelit.

2.Dadih dan nasi

Nasi dadih adalah salah satu makanan paling sederhana namun paling efektif untuk kesehatan usus.

Dadih merupakan probiotik, ketika dikombinasikan dengan nasi, ia membantu memperbaiki lapisan usus.

Makanan ini lembut, efektif, dan mengurangi peradangan.

Dadih, yogurt, dan makanan olahan susu fermentasi lainnya merupakan sumber probiotik alami yang sangat membantu selama gangguan pencernaan.

3. Makanan fermentasi

Makanan fermentasi biasanya ringan di perut dan mudah dicerna.

Selain itu, makanan fermentasi berpengaruh positif terhadap mikrobioma usus baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Studi menemukan bahwa makanan fermentasi dapat mengurangi penanda peradangan dalam tubuh.

Konsumsi secara teratur membantu memulihkan bakteri usus, meningkatkan pencernaan, dan mengurangi kembung.

4.Acar buatan sendiri

Acar buatan sendiri yang difermentasi secara alami kaya akan bakteri baik yang mendukung pencernaan.

Tidak seperti acar yang dijual di toko, acar yang difermentasi dalam garam dan minyak membantu menyehatkan mikroba usus dan meningkatkan konsistensi BAB.

Dikonsumsi dalam jumlah kecil, acar dapat merangsang pencernaan secara perlahan. (*)

ReporterJPGroup

Update