
batampos – Apple kembali menjadi sorotan setelah laporan menyebut iPhone 17 Air gagal memenuhi ekspektasi pasar global. Raksasa teknologi asal Cupertino itu dikabarkan terpaksa memangkas produksi besar-besaran untuk varian tipis tersebut.
Menurut laporan The Elec yang dikutip dari Toms Guide dan MacRumors, Selasa (21/10), penjualan iPhone 17 Pro dan Pro Max justru melesat dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, iPhone 17 reguler juga mencatat peningkatan signifikan dibanding seri iPhone 16.
“Kecuali untuk model Air, penjualan sejauh ini cukup kuat,” tulis laporan itu.
Akibatnya, Apple disebut akan mengurangi produksi iPhone 17 Air hingga 1 juta unit, sembari meningkatkan produksi varian lain sebesar dua juta unit untuk mengimbangi permintaan pasar.
Meski begitu, iPhone 17 Air sempat mencatat hasil positif di China. Stok awal handphone ultra-tipis ini sempat ludes hanya dalam satu hari peluncuran.
Namun secara global, minimnya fitur unggulan dan posisi harga yang tanggung membuat konsumen kebingungan menentukan pilihan. Pengguna yang mengincar performa tinggi memilih seri Pro, sementara pemburu harga terjangkau cenderung memilih iPhone 17 reguler.
“Apple tampaknya kesulitan memposisikan iPhone 17 Air di antara dua varian tersebut,” tulis MacRumors.
Hingga kini, Apple belum memberikan pernyataan resmi apakah iPhone 17 Air akan dihentikan produksinya. Langkah pemangkasan ini diduga sebagai strategi penyesuaian cepat untuk menjaga margin keuntungan dan keseimbangan stok global. (*)
Reporter: Juliana Belence
