Minggu, 18 Januari 2026

Satu Dekade Jadi Risa, Prilly Latuconsina Berempati dengan Hantu

Berita Terkait

Prilly Latuconsina pemeran Risa dalam film Danur: The Last Chapter.
Prilly Latuconsina membintangi Film Danur: The Last Chapter mengakhiri perjalanan Danur Universe. (Shafa Nadia/Jawa Pos)

batampos — Danur Universe akan mengakhiri perjalanannya lewat film pamungkas berjudul Danur: The Last Chapter. Sejak film pertama dirilis sembilan tahun lalu, Prilly Latuconsina konsisten dipercaya memerankan tokoh utama Risa, karakter yang melekat kuat dalam perjalanan kariernya.

Selama hampir satu dekade, kekasih Omara Esteghlal itu bahkan menolak berbagai tawaran bermain film horor lain. Alasannya sederhana: kecintaan yang besar terhadap proyek Danur.

“Sesayang itu memang aku sama project Danur,” ujar Prilly saat konferensi pers di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Trailer Monster Pabrik Rambut Dirilis, Film Horor Indonesia Tayang di Berlinale 2026

Kedekatan tersebut membuat sosok Prilly identik dengan Risa. Di berbagai kesempatan, ia kerap disapa dengan nama karakter tersebut oleh penggemar.

Tak hanya berdampak pada karier, keterlibatan panjang dalam Danur Universe juga mengubah sudut pandang Prilly terhadap dunia horor. Ia mengaku kini lebih berempati terhadap sosok-sosok gaib yang selama ini identik dengan stigma menakutkan.

“Saya jadi menganggap hantu itu baik. Setiap baca skenario Danur dari yang pertama, aku selalu merasa hantu yang jahat pun pasti punya cerita kenapa dia bisa seperti itu,” ungkap Prilly.

Karena itu, Prilly mengaku emosional saat menjalani proses syuting Danur: The Last Chapter yang disebut-sebut menjadi penutup semesta Danur. Film ini dinilai memiliki makna personal yang besar bagi perjalanan kariernya di industri perfilman.

“Perasaannya campur aduk karena ini karakter terlama yang pernah aku mainkan, hampir sepuluh tahun,” tuturnya.

Meski telah lama melekat dengan karakter Risa, Prilly menyebut tantangan yang dihadapinya tetap sama sejak film pertama.

“Dari Danur pertama sampai syuting terakhir ini, yang paling sulit itu menentukan reaksi Risa saat bertemu hantu,” kata Prilly.

Ia menjelaskan, kesulitan tersebut muncul karena di kehidupan nyata dirinya tidak pernah berinteraksi langsung dengan makhluk gaib, berbeda dengan Risa yang sejak kecil digambarkan memiliki kedekatan dengan dunia tersebut.

Di Danur: The Last Chapter, karakter Risa juga mengalami perkembangan signifikan. Ia diceritakan telah berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga responsnya terhadap kejadian-kejadian gaib menjadi semakin kompleks.

“Apakah melihat hantu masih mengagetkan atau sudah biasa? Bagaimana menahan rasa takut? Menyambungkan logika dan apa yang dialami Teh Risa itu lumayan sulit. Makanya aku banyak diskusi dengan Pak Awi,” paparnya.

Baca Juga: Hari Keseimbangan Naga Air, 6 Shio Ini Diprediksi Dapat Hoki Tak Terduga

Tantangan semakin terasa karena jarak produksi antara Danur 3: Sunyaruri dan Danur: The Last Chapter mencapai enam tahun. Dalam rentang waktu tersebut, Prilly juga mengaku tidak berkomunikasi dengan Risa Saraswati selaku penulis sekaligus tokoh nyata dalam kisah Danur.

Danur: The Last Chapter mengisahkan kehidupan Risa setelah menutup gerbang komunikasi dengan Peter cs dan makhluk gaib lainnya. Namun, situasi kembali berubah ketika adiknya, Riri (Zee JKT48), dilamar di sebuah gedung pertunjukan tua.

Menjelang hari pernikahan, Riri menunjukkan perubahan sikap yang janggal. Sementara itu, Risa mengalami serangkaian kejadian aneh seolah dirinya mati berkali-kali. Ia pun menduga peristiwa tersebut merupakan sinyal dari Peter cs. (*)

ReporterJP GROUP

Update