
batampos – Pabrikan mobil mewah Rolls-Royce kembali menghadirkan gebrakan dengan memperkenalkan model terbaru bertajuk Project Nightingale.
Kendaraan ini menjadi bagian dari program eksklusif “Coachbuild Collection” dengan produksi sangat terbatas, hanya 100 unit di seluruh dunia.
Peluncuran ini menandai langkah baru Rolls-Royce dalam menghadirkan kendaraan listrik ultra mewah dengan sentuhan desain klasik dan teknologi modern.
Project Nightingale hadir sebagai mobil convertible dua pintu dengan konfigurasi dua kursi. Desainnya terinspirasi dari mobil eksperimental Rolls-Royce era 1920-an, khususnya seri EX, yang dipadukan dengan pendekatan futuristik.
Mobil ini memiliki kap mesin panjang, lampu depan vertikal, serta bodi besar dengan proporsi dramatis yang menonjolkan kesan elegan sekaligus modern.
Salah satu fitur uniknya adalah bagian belakang bergaya “Piano Boot” yang dapat terbuka ke samping menyerupai piano.
Selain itu, kendaraan ini menggunakan velg berukuran 24 inci—terbesar yang pernah dipasang pada mobil Rolls-Royce—serta balutan warna khusus yang terinspirasi dari kawasan Riviera Prancis.
Berbeda dengan model Rolls-Royce sebelumnya yang identik dengan mesin V12, Project Nightingale sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Mobil ini diyakini berbasis platform yang sama dengan model listrik Spectre.
Meski demikian, fokus utama kendaraan ini bukan pada performa kecepatan, melainkan kenyamanan berkendara yang halus dan senyap—ciri khas Rolls-Royce.
Dari sisi interior, Project Nightingale tetap mengusung kemewahan kelas atas dengan fitur Starlight yang menghadirkan ribuan titik cahaya menyerupai bintang di dalam kabin.
Tercatat lebih dari 10.000 titik cahaya dirancang mengikuti ritme visual tertentu untuk menciptakan pengalaman eksklusif bagi penumpang.
Setiap unit mobil dibuat secara personal sesuai permintaan pelanggan, dengan sistem pembelian berbasis undangan khusus (invitation only). Hal ini semakin menegaskan eksklusivitas kendaraan tersebut.
Sejumlah laporan menyebut harga Project Nightingale bisa mencapai jutaan dolar AS, bahkan mendekati 9,5 juta dolar AS atau setara ratusan miliar rupiah.
Produksi mobil ini akan sangat terbatas, dengan pengiriman pertama kepada pelanggan diperkirakan dimulai pada tahun 2028.(*)
