
batampos – Perkembangan pesat robot humanoid dan AI fisik semakin mendekatkan teknologi kepada kemampuan manusia dalam menjalankan tugas-tugas dunia nyata.
Perusahaan asal Jepang, Enatic, sedang mengembangkan robot humanoid untuk melakukan pekerjaan rumah di panti jompo Jepang karena kekurangan tenaga kerja.
Perusahaan teknologi berlomba-lomba menginvestasikan dana besar dalam AI fisik.
Hiro Yamamoto, CEO Enactic, menciptakan perangkat pelatihan AI fisik bernama OpenArm yang digunakan oleh Nvidia dan Universitas Stanford. Ia berencana menerjunkan robot baru mulai musim panas tahun depan untuk hidup berdampingan dengan manusia dalam lingkungan seperti panti jompo.
“Jadi robot itu desainnya lembut dan aman,” kata CEO Enatic, Hiro Yamamoto, dikutip dari Sinar Harian, Kamis (20/11).
Di Guangzhou, China, sebuah figur wanita dengan visor wajah oval bercahaya, memakai kain putih mirip atlet anggar, berjalan perlahan di atas panggung pekan lalu diiringi sorakan penonton.
Di Guangzhou, Tiongkok, ada figur wanita dengan wajah oval bercahaya menggunakan kain putih berjalan perlahan di atas panggung lalu diiringi sorakan penonton. Robot humanoid tersebut adalah buatan perusahaan kendaraan listrik China, XPeng, yang berinvestasi dalam AI fisik.
Robot ini dari perusahaan Amerika Serikat berupa anjing robot Boston Dynamics telah menjadi sorotan selama bertahun – tahun. Namun, dukungan pemerintah dan rantai pasokan yang kuat membantu pesaing China seperti Unitree Robotics dan EngineAI.
Dengan data dan pelatihan yang sesuai, robot humanoid AI suatu hari nanti akan melakukan semua peran manusia. AI seperti ChatGPT dilatih menggunakan jumlah kata yang besar.
Enatic juga telah mendekati beberapa panti jompo untuk menawarkan robot teleoperasi agar dapat mengambil alih pekerjaan repetitif. Adanya robot tersebut perawat panti jompo juga memiliki lebih banyak waktu untuk merawat lansia.
Kesepakatan besar terjadi di tengah gelombang investasi AI global yang memicu kekhawatiran gelombang pasar saham. Timbul pertanyaan tentang masa depan tenaga kerja manusia dengan adanya robot humanoid AI.
Walaupun masih menghadapi tantangan, investor global tetap optimistis. Raksasa teknologi Jepang SoftBank juga baru membeli ABB Robotics senilai US$5.4 miliar dan menyebut AI fisik sebagai perbatasan baru industri robotika. (*)
Reporter: Juliana Belence
