
batampos – Kabar mengenai penutupan aplikasi Tokopedia kembali ramai diperbincangkan setelah muncul spekulasi bahwa ByteDance tengah menyiapkan peluncuran aplikasi TikTok Shop Standalone di Indonesia.
Informasi tersebut pertama kali beredar melalui sejumlah akun pengamat industri e-commerce di media sosial. Namun hingga kini, klaim tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak perusahaan.
Diketahui, ByteDance melalui TikTok Shop telah mengakuisisi 75,01 persen saham Tokopedia dengan nilai investasi sekitar US$1,5 miliar. Akuisisi tersebut menjadikan TikTok memiliki peran dominan dalam ekosistem e-commerce Indonesia.
Kesepakatan akuisisi Tokopedia oleh ByteDance juga telah memperoleh persetujuan bersyarat dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) setelah transaksi rampung.
Menanggapi isu yang berkembang, pihak TikTok secara tegas membantah kabar penutupan Tokopedia. TikTok memastikan Tokopedia tetap beroperasi penuh di Indonesia dan tidak ada rencana untuk menutup platform tersebut.
Spekulasi mengenai nasib Tokopedia mencuat setelah TikTok memindahkan Melissa Siska Juminto dari posisi CEO ke jabatan komisaris. Melissa sebelumnya memimpin Tokopedia sejak perusahaan itu didirikan oleh William Tanuwijaya, sebelum akhirnya bergabung ke dalam ekosistem GoTo Group.
Sebagaimana diketahui, GoTo resmi menjual sekitar 75 persen saham Tokopedia kepada ByteDance pada Januari 2024. Proses pasca-akuisisi tersebut turut berdampak pada restrukturisasi internal, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK).
Hingga Agustus 2025, tercatat sekitar 420 karyawan Tokopedia terdampak PHK. Rinciannya, sekitar 180 karyawan terkena PHK pada Juli dan 240 karyawan lainnya pada Agustus.
Di sisi lain, TikTok juga dilaporkan menawarkan insentif khusus berupa subsidi iklan hingga 30 persen kepada pedagang asal Tiongkok yang berjualan di TikTok Shop. Fasilitas tersebut disebut-sebut tidak diberikan kepada penjual asal Indonesia, sehingga memicu sorotan publik.
Meski demikian, TikTok menegaskan komitmennya terhadap pasar Indonesia serta keberlanjutan Tokopedia sebagai platform e-commerce yang berdiri terpisah.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari ByteDance maupun TikTok yang menyebutkan rencana peluncuran TikTok Shop Standalone untuk menggantikan Tokopedia secara penuh. (*)
