Rabu, 11 Maret 2026

Platform X Rilis Fitur Blokir Grok untuk Cegah Manipulasi Foto AI

Berita Terkait

Fitur baru X lindungi foto pengguna dari manipulasi AI Grok. Sumber gambar: x.com/PopBase.

batampos – Platform media sosial X (formerly Twitter) menambahkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mencegah chatbot kecerdasan buatan Grok AI mengubah atau memodifikasi foto yang mereka unggah.

Fitur ini hadir dalam bentuk tombol pengaturan atau toggle pada menu unggah gambar di aplikasi. Melalui pengaturan tersebut, pengguna dapat membatasi bagaimana AI milik xAI berinteraksi dengan konten visual mereka.

Dengan fitur tersebut, gambar yang diunggah tidak dapat dimodifikasi secara langsung oleh Grok AI.

Langkah ini muncul setelah muncul kritik luas terhadap kemampuan Grok yang dinilai dapat mengedit atau memanipulasi foto seseorang tanpa persetujuan pemilik gambar.

Dalam sejumlah kasus yang viral di media sosial, pengguna meminta AI mengubah foto seseorang menjadi gambar yang bersifat seksual atau menyesatkan.

Kontroversi tersebut memicu tekanan dari regulator serta pemerintah di berbagai negara untuk memperketat kontrol terhadap teknologi AI yang berpotensi menghasilkan deepfake atau gambar manipulatif.

Fitur pengamanan baru ini ditempatkan pada menu pengunggahan gambar di aplikasi X, tepatnya di bagian pengaturan gambar.

Jika fitur tersebut diaktifkan, pengguna lain tidak dapat memanggil akun @Grok untuk memodifikasi foto melalui perintah di kolom komentar maupun balasan.

Meski demikian, sejumlah laporan menyebut perlindungan tersebut masih memiliki keterbatasan. Gambar tetap berpotensi dimodifikasi jika diunduh oleh pengguna lain, kemudian diunggah kembali atau diedit di luar sistem aplikasi.

Penambahan fitur ini dinilai sebagai langkah awal X (formerly Twitter) untuk memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna terhadap konten yang mereka bagikan.

Sejak 2025, penggunaan Grok AI untuk memanipulasi gambar tanpa izin telah memicu perdebatan global mengenai kecerdasan buatan, privasi digital, serta penyebaran konten deepfake di media sosial.

Sejumlah pengamat teknologi menilai fitur tersebut menjadi upaya awal platform untuk memberikan perlindungan lebih baik terhadap penyalahgunaan teknologi AI dalam memodifikasi gambar pengguna. (*)

SourceThe Verge

Update