Senin, 26 Januari 2026

Perlukah Memanaskan Mobil? Ini Penjelasan dan Dampaknya bagi Mesin

Berita Terkait

Ilustrasi memanaskan mesin mobil. F. Freepik.

batampos – Memanaskan mobil sebelum berkendara masih menjadi kebiasaan banyak pengemudi. Praktik ini diyakini dapat membuat perjalanan lebih aman sekaligus menjaga kesehatan mesin kendaraan.

Kebiasaan memanaskan mobil berasal dari era mesin lama yang masih menggunakan sistem karburator. Pada mesin jenis ini, dibutuhkan waktu agar oli dapat melumasi seluruh komponen mesin serta memastikan campuran bahan bakar dan udara bekerja secara optimal.

Namun, pada mobil modern yang telah menggunakan sistem electronic fuel injection (EFI) dan pelumas dengan kualitas lebih baik, kebutuhan memanaskan mesin tidak lagi sama seperti kendaraan lama.

Oli mesin pada mobil modern mampu bersirkulasi dengan cepat, sehingga proses pelumasan optimal umumnya hanya memerlukan waktu sekitar 30 detik hingga satu menit.

Setelah itu, mesin sudah dapat digunakan untuk berkendara, dengan catatan pengemudi menjalankan kendaraan secara perlahan di awal perjalanan hingga suhu kerja mesin mencapai kondisi normal.

Sebaliknya, memanaskan mobil terlalu lama justru dinilai tidak diperlukan. Selain memboroskan bahan bakar, kebiasaan tersebut juga berpotensi meningkatkan emisi gas buang yang berdampak pada lingkungan.

Dikutip dari Dickerson Automotive, terdapat sejumlah dampak negatif jika memanaskan mobil dilakukan terlalu lama. Pertama, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena mesin menyala tanpa pergerakan kendaraan.

Kedua, polusi udara meningkat akibat emisi gas buang yang terus dihasilkan saat mesin idle. Ketiga, terdapat potensi keausan komponen mesin karena proses pembakaran belum optimal saat mesin masih dingin.

Memanaskan mesin tetap memiliki fungsi, seperti membantu sirkulasi oli dan membuat kabin lebih nyaman. Namun, pada mobil modern, durasinya tidak perlu lama. Pengemudi dianjurkan langsung mulai berkendara secara perlahan agar mesin mencapai suhu optimal secara bertahap dan tetap awet. (*)

Update