Batampos – Johor Specialist Hospital by KPJ menghadirkan teknologi terbaru PET-CT (Positron Emission Tomography-Computed Tomography) untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnosis berbagai macam jenis penyakit kanker.

Teknologi terbaru ini dianggap sebagai lompatan penting dalam dunia onkologi, karena mampu mendeteksi aktivitas metabolik sel kanker dengan lebih presisi dan cepat.
Dokter spesialis Radiologi dan Nuklir KPJ, Prof Emeritus Dato’ Abdul Jalil menyebutkan, PET-CT bukan lagi pemeriksaan tambahan, melainkan bagian esensial dalam pengelolaan kanker. “PET-CT ini bukan sekadar tambahan, ini esensial. Dengan PET-CT, kita bisa menemukan hasil positif yang mungkin terlewat dengan metode biasa,” ujarnya akhir pekan lalu.
Berbeda dengan teknologi sebelumnya yang membutuhkan waktu sekitar 20 menit, PET-CT terbaru di KPJ hanya memerlukan sekitar 7 menit pemeriksaan. Ini terdiri dari 5 menit untuk pemindaian PET dan 2 menit untuk CT dengan 160-slice, dibandingkan hanya 11 slice pada mesin lama. “Ini mempercepat diagnosis pasien secara signifikan, memungkinkan kami mengambil keputusan pengobatan lebih cepat terhadap pasien,” tambah Dr Abdul Jalil.
Sebelum menjalani PET-CT, pasien harus berpuasa untuk memastikan kadar glukosa darah dalam keadaan normal. Jika kadar glukosa terlalu tinggi, pemeriksaan tidak dapat dilakukan. Ini penting khususnya untuk pasien dengan diabetes.
Selain itu, PET-CT juga berperan besar dalam mendeteksi kanker tersembunyi, seperti dalam kasus seorang pria berusia 40 tahun yang awalnya mengalami nyeri punggung bawah dan radikulopati. Pemeriksaan PET-CT menunjukkan adanya kanker payudara, kondisi yang jarang terjadi pada pria.
Umumnya, PET-CT digunakan untuk berbagai jenis kanker, termasuk:
- Limfoma, yang biasanya memerlukan kemoterapi,
- Adenokarsinoma,
- Kanker prostat,
- Kanker jinak (benign cancer) dengan risiko penyebaran.
Setelah PET-CT mendeteksi aktivitas metabolik abnormal pada jaringan kanker, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis terapi lebih lanjut, seperti kemoterapi, radioterapi, atau pembedahan.
Peralatan PET-CT yang baru di KPJ ini difokuskan khusus untuk kasus onkologi. Dengan alat ini, deteksi kanker pada tahap awal diharapkan lebih efektif, mengingat banyak pasien yang baru didiagnosis setelah penyakit mencapai stadium lanjut. (*)
Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK
