
batampos – Kebiasaan begadang dapat menyebabkan sejumlah risiko bagi tubuh menurut banyak penelitian. Salah satunya memperpendek umur yang mengarah pada kematian lebih cepat.
Begadang biasanya membuat kamu mengalami kurang tidur, terlebih jika harus beraktivitas di pagi harinya. Padahal tidur itu merupakan proses pemulihan yang penting bagi kesehatan secara menyeluruh.
Rekomendasi waktu tidur untuk orang dewasa yaitu 7-10 jam dan anak-anak membutuhkan lebih banyak tidur. Kurang tidur dapat memicu kondisi kesehatan yang serius. Lantas, apa dampak keseringan begadang bagi tubuh? Simak penjelasannya di bawah ini.
Dilansir Health dan Mayo Clinic Press, berikut penjelasan dampak buruk keseringan begadang bagi kesehatan tubuh:
1. Umur yang Lebih Pendek
Kebiasaan begadang dikaitkan dengan memendeknya usia dalam sejumlah studi. Konsumsi alkohol berlebih, penggunaan tembakau, hingga kurang tidur disebutkan sebagai pemicu kematian dini ini.
Penelitian 2023 dalam Chronobiology International Journal meneruskan studi Finnish Twin Cohort 2002 yang mengamati hampir 24.000 kembar dari 1981 hingga 2018 untuk mengungkap penyebab perilaku dan penyakit.
Para peneliti di studi baru kemudian mengamati catatan kematian 8.728 peserta tersebut. Setelah menyesuaikan data dengan faktor terkait lainnya, ditemukan risiko kematian lebih awal meningkat sembilan persen pada peserta yang suka terjaga di malam hari.
Begitu juga menurut studi 2018 yang dilakukan peneliti dari Sekolah Kedokteran Feinberg, Universitas Northwestern dan Universitas Surrey di Inggris.
Selama 6,5 tahun, mereka melacak jumlah kematian sebanyak 433.268 individu berusia 38 hingga 73 tahun yang sebelumnya menyelesaikan survei kronotipe (jadwal tidur). Hasilnya, orang yang suka begadang sepuluh persen lebih mungkin meninggal dini daripada mereka yang biasa tidur lebih awal.
Mengutip The Johns Hopkins News-Letter, begadang mengacaukan ritme sirkadian. Terganggunya jam biologis tubuh yang mengatur siklus 24 jam ini bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan yang mengarah pada kematian lebih cepat.
2. Depresi
Kamu yang senang begadang juga rentan mengalami gangguan suasana hati seperti depresi hingga gangguan kepribadian, menurut studi 2021 yang dipublikasikan Biomolecules Journal.
Para peneliti dalam Journal of Biological Rhythms juga mengungkap orang yang terjaga di malam hari cenderung lebih sulit mengatur emosi mereka dan lebih susah berpikir baik akan sesuatu.
3. Diabetes
Diabetes termasuk kondisi kesehatan yang serius dan begadang menjadi salah satu pemicunya.
Peneliti menelaah 39 studi dalam meta analisis 2022 yang diterbitkan Advances in Nutrition Journal. Ditemukan bahwa orang yang suka terjaga di malam hari memiliki risiko diabetes yang jauh lebih tinggi.
Pasien diabetes juga akan sulit mengelola penyakitnya jika keseringan begadang. Penelitian 2019 dalam Journal of Clinical Sleep Medicine juga menunjukkan pola tidur memengaruhi hormon dan peradangan, pada gilirannya akan berdampak pada kemampuan tubuh mengatur gula darah.
4. Tekanan Darah Tinggi
Jadwal tidur yang tidak teratur setiap malamnya, begadang dan tidur seharian saat akhir pekan, lebih berisiko terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi, menurut studi 2023 dalam Hypertension Journal.
Penting mengelola tekanan darah agar tidak memicu komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, hingga penyakit ginjal. Salah satu cara menjaga tekanan darah dalam ambang sehat yaitu menerapkan rutinitas tidur yang konsisten, dengan tidur lebih awal dan bangun pagi hampir setiap harinya.
Gaya hidup yang tidak sehat atau kurang olahraga juga dapat memperburuk hipertensi. Adapun stres bisa pula memicu tekanan darah tinggi.
5. Kurang Tidur
Orang yang begadang cenderung tidur lebih sedikit, terutama jika harus bekerja atau beraktivitas di pagi hari. Tentunya mereka tidak mempunyai kualitas tidur baik yang menunjang kesehatan.
Biasanya mereka juga akan mengganti jam tidur yang ‘hilang’ di libur akhir pekan sehingga akan bangun lebih siang. Memiliki waktu tidur yang tidak teratur juga berisiko pada kesehatan, salah satunya rentan terkena hipertensi.
6. Berat Badan Bertambah
Begadang bisa membuatmu makan lebih banyak, terutama hidangan tinggi lemak dan karbohidrat. Alhasil tubuh menerima ekstra kalori dari makanan padat energi itu dan berat badan akan bertambah seiring waktu.
Karena orang yang terjaga di malam hari umumnya mengalami kurang tidur, ini menjadi pukulan ganda. Sebab kamu akan lebih lapar ketika kurang tidur.
Penelitian 2022 yang diterbitkan Nutrients Journal mengungkap kondisi kurang tidur bisa mengurangi kadar leptin, hormon yang membuat merasa kenyang, dan pada saat bersamaan meningkatkan kadar ghrelin, hormon yang membuat lapar.
Penting untuk mengelola jadwal tidur agar kesehatan tubuh maupun mental terjaga. Hindari begadang sebisa mungkin dan tidurlah lebih awal. (*)
