Batampos – Dokter Pakar Jantung KPJ Healtcare Bandar Dato’ Onn Specialist Hospital, Azrina Abdul Kadir menyebutkan, gaya hidup tak sehat menjadi pemicu utama penyakit jantung. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian di Malaysia.
“Jantung menjadi pembunuh utama tertinggi di Malaysia saat ini,” ujar Dr. Azrina dalam Bincang Pagi di kawasan Batam Center, Sabtu (31/5/2025) kemarin.

Dia menekankan, gaya hidup tidak sehat menjadi penyumbang utama meningkatnya kasus penyakit ini, bahkan di usia muda. “Kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes, berat badan berlebihan, serta stres kronis adalah pemicu utama penyakit jantung,” tambahnya.
Seiring perkembangan zaman dan gaya hidup serba instant saat ini, membuat pasien penyakit jantung pun kini sudah didapati pada kelompok usia muda. “Tidak jarang usia 35 tahun sudah menunjukkan gejala awal penyakit jantung,” ujarnya.
Menurutnya, gejala awal penyakit jantung kerap disalahartikan atau dianggap enteng oleh penderitanya. Padahal, tubuh sudah memberikan sinyal, misalkan nyeri dada seperti ditekan atau sesak, terutama saat beraktivitas. Ada juga rasa sakit yang menjalar ke tangan kiri dan rahang kiri, sesak napas yang tiba-tiba, serta kelelahan yang berlebihan padahal tidak melakukan pekerjaan berat.
“Kalau Anda merasakan ciri-ciri seperti itu, itu bisa menjadi sinyal adanya penyumbatan darah yang serius dalam tubuh,” ujar dokter kardiovaskular yang sudah berpengalaman di Malaysia dan Inggris ini.
Lebih lanjut dia menyebutkan, saat tubuh merasakan gejala seperti itu, biasanya durasinya berlangsung antara 10-20 menit. “Ada juga orang yang mendadak sesak, ulu hati seperti ditusuk. Kondisi yang dikenal masyarakat sebagai angin duduk ini, sebenarnya bagian dari penyakit jantung dan termasuk dalam kategori darurat medis,” ungkapnya.
Saat seseorang mengalami ini, Azrina menyebutkan, itu berarti telah terjadi penyumbatan total atau major bockagepada pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung mendadak dan memiliki tingkat kematian hingga 100 persen jika tidak ditangani segera. Sementara itu, penyumbatan sebagian berada pada tahap awal, namun tetap berisiko tinggi jika diabaikan.
“Peringkat awal pun bisa berujung fatal bila tidak segera mendapat perhatian medis. Persentase risikonya sekitar 70 persen. Intinya, penderita jangan sampai pingsan, kalau sudah pingsan itu tidak tertolong,” ungkapnya.
Dr. Azrina menegaskan, perubahan gaya hidup adalah kunci untuk mencegah penyakit jantung. Ia juga menyoroti peran stres sebagai faktor pemicu yang kerap diremehkan.
“Stres menyebabkan peradangan dalam tubuh dan memicu detak jantung menjadi lebih cepat, yang dalam jangka panjang bisa memicu penyakit jantung. Relaksasi, doa atau salat, meditasi, dan olahraga adalah cara efektif untuk mengelolanya dan menjauhkan kita dari penyakit ini,” ungkapnya.
Fasilitas Modern dan Layanan Cepat di KPJ Bandar Dato’ Onn
KPJ Bandar Dato’ Onn kini telah dilengkapi mesin teknologi tinggi untuk diagnosis penyakit kardiovaskular, termasuk MRI jantung. Rumah sakit ini juga menyediakan layanan pasien internasional dari Indonesia, khususnya Kepri dan Batam dengan fasilitas lengkap, seperti jemputan gratis dari Pelabuhan Puteri Harbour dan Stulang Laut di Johor Bahru.
“Kami melayani janji temu cepat tanpa antri panjang, dan pasien dari Batam yang membutuhkan rawat inap sesuai tingkat penyakitnya, akan kami layani langsung. Kami juga menyediakan layanan ambulans antar jemput bagi pasien dengan tingkat parah,” ujar Marcom Officer KPJ Bandar Dato’ Onn Specialist Hospital Ammirul Afdeal bin Mohd Taufik.
Saat ini, rumah sakit ini telah dilengkapi 150 kamar rawat inap, dimana satu pasien satu kamar rawat inap dengan fasilitas bersih dan modern. Harganya hanya 190 ringgit per malam.
Khusus bagi pasien yang ingin memeriksakan kesehatan, khususnya mengenai permasalahan dan rawatan kardiovaskular, bisa mengunjungi perwakilan KPJ Johor di Grahapena Batamcenter.
“Jika Anda mengalami gejala, segera berkonsultasi dengan kami. Penanganan dini dapat menyelamatkan nyawa. Kami siap memberikan layanan profesional mulai dari jadwal konsultasi, pengantaran, hingga tindakan dengan teknologi medis terkini,” ujar Perwakilan KPJ Johor Specialist Hospital di Batam, Andra S Kelana. (*)
Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK
