Sabtu, 13 April 2024

Pemijatan pada Bagian Tubuh Terkilir harus Ekstra Hati-hati

Berita Terkait

ilustrasi

batampos– Pemijatan yang dilakukan untuk menangani bagian tubuh yang terkilir harus dilakukan dengan ekstra hati-hati supaya cedera tidak memburuk.

“Pemijatan bisa saja dilakukan asal ada pakemnya dan dengan prosedur yang tidak membahayakan,” kata Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. M Ade Junaidi Sp.OT.  dalam diskusi daring yang diikuti di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada dasarnya, menurut dia, tidak masalah apabila bagian yang terkilir atau memar dipijat, asalkan dilakukan dengan prosedur yang baik, tidak terlalu banyak manipulasi pada bagian tubuh yang cedera, tidak dilakukan pembebatan, dan tidak menggunakan obat oles yang panas supaya tidak memperparah pembengkakan.

Ia mengatakan salah kaprah yang kerap dilakukan praktisi pijat terjadi saat pasien dipijat dengan obat oles yang terlalu panas, manipulasi pijat yang terlalu keras, dan dibebat dengan terlalu ketat.

BACA JUGA: Daun Aglaonema Widuri dan Komkom Perlu Dipijat Supaya Mempunyai Pola Melingkar

Praktik yang tidak tepat tersebut berisiko bagi pasien karena dapat menyebabkan sindrom kompartemen, yang terjadi akibat meningkatnya tekanan di dalam kompartemen otot karena perdarahan atau pembengkakan setelah cedera, ataupun pembengkakan otot.

Ade memastikan penanganan tersebut dapat membahayakan pembuluh darah dan saraf serta menimbulkan kematian jaringan yang berbahaya bagi tubuh.

Oleh karena itu, ia menyarankan, pertolongan pertama saat cedera adalah dengan mengistirahatkan bagian tubuh yang terkilir, mengompres bagian tersebut dengan air dingin atau es, dan memberikan obat-obatan anti-nyeri apabila diperlukan.

Kemudian, apabila terasa nyeri berat pada bagian tubuh yang cedera, baik saat diam ataupun digerakkan, dan tidak hilang dengan pengobatan biasa, maka penderita terkilir harus segera memeriksakan cederanya pada tenaga medis.

“Hal itu adalah untuk meminimalkan komplikasi di kemudian hari, kata Ade yang menyelesaikan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. (*)

reporter: antara

Update