Selasa, 24 Februari 2026

Pearl Abyss Tegaskan Crimson Desert Gunakan Voice Acting Manusia, Bukan AI

Berita Terkait

Crimson Desert pakai aktor suara manusia di tengah tren AI. Sumber gambar: x.com/NikTek.

batampos – Studio gim asal Korea Selatan, Pearl Abyss, menegaskan bahwa karakter dalam gim terbarunya, Crimson Desert, akan menggunakan voice acting yang direkam oleh aktor suara manusia, bukan teknologi AI generatif.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tren penggunaan kecerdasan buatan dalam industri gim, termasuk untuk pengisian suara karakter non-playable character (NPC) dan dialog tambahan.

Direktur Pemasaran Pearl Abyss, Will Powers, menjelaskan bahwa seluruh karakter utama serta NPC yang terlibat dalam misi sampingan penting akan dibawakan oleh aktor suara profesional.

Ia memang tidak mengklaim bahwa 100 persen NPC dalam gim menggunakan suara manusia, namun memastikan bahwa karakter kunci dalam cerita akan mendapatkan voice acting penuh dari aktor.

Sejumlah gim lain telah bereksperimen dengan AI generatif untuk efisiensi produksi dialog. Namun, Pearl Abyss memilih pendekatan tradisional guna menjaga kualitas akting serta kedalaman emosional dalam narasi.

Menurut studio, keaslian performa suara menjadi elemen penting dalam membangun pengalaman imersif bagi pemain, terutama dalam adegan cerita yang dramatis.

Crimson Desert akan menghadirkan voice acting dalam beberapa bahasa utama, termasuk Inggris, Korea, dan Mandarin, dengan kemungkinan penambahan bahasa lain di masa mendatang. Hal ini menunjukkan komitmen Pearl Abyss dalam menjangkau pasar global.

Selain itu, gim ini dipastikan hadir sebagai pengalaman premium tanpa microtransactions, dengan fokus pada gameplay dan narasi utama dibanding monetisasi berkelanjutan.

Crimson Desert dijadwalkan rilis pada 19 Maret 2026 untuk platform PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC, setelah sebelumnya mengalami beberapa kali penundaan pengembangan.

Keputusan Pearl Abyss mempertahankan penggunaan aktor suara manusia dinilai sebagai upaya menjaga standar kualitas tinggi sekaligus mendukung keberlangsungan profesi aktor suara di tengah perkembangan teknologi AI. (*)

SourceTechradar

Update