
batampos – Obesitas menjadi isu kesehatan di Indonesia. Bahkan, semakin hari peningkatan obesitas di Indonesia semakin signifikan.
Prevalensi obesitas pada penduduk dewasa di Indonesia sendiri mencapai 21,8 persen pada 2018 dan meningkat 28,7 persen pada 2023.
Risiko yang akan terjadi jika seseorang mengalami obesitas yakni meningkatnya trigliserida dan penurunan kolesterol HDL serta peningkatan tekanan darah (sindrom metabolik).
Chief Marketing Officer Light Group Anna Yesito Wibowo mengatakan, studi menunjukkan bahwa obesitas dan kelelahan mental di tempat kerja berdampak pada kesehatan fisik. Selain itu juga berdampak pada hal lain.
“Juga menurunkan energi, motivasi, dan efisiensi kerja, secara keseluruhan,” kata Anna dalam keterangannya, Minggu (6/7).
Pada dunia kerja, obesitas bisa mengganggu keberlangsungan produktivitas (brain fog) dan kesehatan menjadi menurun karena penyakit penyerta dari obesitas. Seperti sindrom metabolik dan komorbid yang disebabkan obesitas.
Alhasil, mengatasi dan mencegah obesitas termasuk pada langkah yang tepat dan solusi untuk memberikan peningkatan kondisi kesehatan dan peningkatan produktivitas yang optimal.
Adapun obesitas pada karyawan seringkali disebabkan oleh stress dan gaya hidup yang kurang aktif bergerak. Termasuk pula pola makan yang tak baik dan tidak sesuai dengan gizi yang seimbang. Ditambah dengan makanan kekinian yang tinggi kalori, gula, tepung, dan minyak.
Terdapat 3 langkah untuk mengatasi obesitas sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan, seperti dikutip dari rilis pers Light Group!
1.Health Check-Up Berkala
Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi seluruh karyawan. Pemeriksaan dapat mencakup pengukuran indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol.
Dengan data ini, perusahaan dapat memantau kondisi kesehatan karyawan secara berkala dan mendeteksi dini risiko obesitas maupun penyakit tidak menular lainnya.
2. Edukasi Gizi dan Pola Makan Sehat
Adakan seminar, workshop, atau sesi edukasi interaktif yang membahas pentingnya gizi seimbang, pengaturan porsi makan, serta cara memahami informasi pada label makanan kemasan.
Selain itu, dorong perilaku makan sehat di lingkungan kerja dengan menyediakan pilihan menu sehat di kantin atau vending machine, serta membatasi makanan cepat saji saat rapat atau acara kantor.
3. Program Penurunan Berat Badan
Fasilitasi Weight Loss Program terstruktur yang didampingi ahli gizi dan pelatih kebugaran profesional. Program ini dapat berupa kelas rutin, tantangan penurunan berat badan, modul daring yang teruji, hingga pendampingan satu per satu bagi karyawan dengan obesitas.
Light Group juga memiliki program LIFHTcoach Corporate Wellness dengan tujuan utama menjaga dan meningkatkan kesehatan karyawan melalui program penurunan berat badan. Didampingi Ahli gizi dan employee mental well-being yang didampingi psikolog agar efektif dan berkelanjutan.
Program ini tak hanya membantu karyawan mencapai berat badan ideal, melainkan juga mendorong perubahan gaya hidup yang berkelanjutan demi masa depan tenaga kerja yang lebih bugar dan berdaya saing tinggi. (*)
