
batampos – Band Nusantara Beat berhasil membawa warna musik Nusantara bergema di panggung internasional melalui karya-karya mereka yang memadukan unsur musik tradisional Indonesia dengan genre psychedelic folk modern.
Berbasis di Amsterdam, Belanda, Nusantara Beat menarik perhatian penggemar musik dunia lewat eksplorasi musikal yang mengangkat irama, bahasa, dan budaya Indonesia ke dalam aransemen yang segar dan kontemporer.
Band ini beranggotakan enam personel berdarah Indonesia yang berkewarganegaraan Belanda, yakni Jordy Sanger, Megan de Klerk, Michael Joshua, Rouzy Portier, Sonny Groeneveld, dan Gino Groeneveld.
Nusantara Beat resmi merilis album debut penuh mereka pada 14 November 2025. Album tersebut menghadirkan nuansa pop Sunda era 1970-an yang dikemas ulang dalam balutan psychedelic folk, menciptakan warna musik yang unik dan mudah diterima pendengar internasional.
Sejumlah lagu seperti Djanger, Sifat Manusia, dan Mang Becak menjadi pintu masuk bagi pendengar global untuk mengenal karakter musik Nusantara Beat yang kental dengan identitas Indonesia.
Beberapa lagu mereka juga dinyanyikan sepenuhnya dalam bahasa Indonesia, di antaranya Sifat Manusia, Bakar, Cinta Itu Menyakitkan, dan Tamat. Pilihan tersebut menjadi bukti konsistensi band ini dalam menjaga akar budaya di tengah eksplorasi musik modern.
Dengan meleburkan elemen musik tradisional Indonesia dan insting kreatif modern, Nusantara Beat mengajak pendengarnya menjelajahi lanskap musikal yang baru tanpa kehilangan jati diri Nusantara.
Selain album penuh, Nusantara Beat juga merilis sejumlah EP seperti Kota Bandung dan Layung yang merupakan interpretasi modern dari lagu-lagu legendaris Indonesia era 1970-an.
Band yang bermarkas di Belanda ini membuktikan bahwa perpaduan budaya modern dan tradisi Indonesia dapat melahirkan warna musik unik yang mampu bersaing di kancah global. (*)
