
batampos – Nissan memastikan generasi terbaru Nissan Xterra akan hadir tanpa varian kendaraan listrik murni (EV). SUV legendaris tersebut justru kembali dengan pendekatan klasik berbasis mesin bensin.
Keputusan ini sekaligus mematahkan berbagai spekulasi yang sebelumnya menyebut Xterra akan bertransformasi menjadi mobil listrik penuh. Nissan memilih mempertahankan karakter tangguh khas SUV off-road yang selama ini melekat pada model tersebut.
Dalam pengembangannya, Xterra terbaru akan mengandalkan mesin V6 bensin (internal combustion engine/ICE) sebagai varian utama tanpa opsi listrik murni.
Selain itu, Nissan juga menyiapkan varian hybrid, namun tetap berbasis mesin bensin, bukan kendaraan listrik sepenuhnya.
Pernyataan ini diperkuat oleh eksekutif Nissan yang menegaskan bahwa Xterra generasi baru akan tetap menggunakan konfigurasi V6 naturally aspirated, bukan mesin kecil turbo seperti tren SUV modern saat ini.
SUV tersebut bahkan disebut berpotensi menggunakan mesin 3.8 liter V6 yang juga digunakan pada Nissan Frontier.
Dengan pendekatan ini, Nissan ingin mempertahankan DNA Xterra sebagai kendaraan yang kuat, sederhana, dan mumpuni untuk kebutuhan off-road.
Dari sisi desain, Xterra terbaru tetap mengusung gaya boxy dan tangguh khas SUV petualang, berbeda dengan tren desain mobil modern yang cenderung lebih aerodinamis.
Model ini diposisikan untuk bersaing langsung dengan SUV petualang seperti Toyota 4Runner dan Ford Bronco.
Xterra generasi terbaru diperkirakan akan meluncur sekitar tahun 2028 dengan dua pilihan utama, yakni mesin bensin murni dan varian hybrid. Nissan juga memberi sinyal bahwa versi bensin kemungkinan akan hadir lebih dulu dibandingkan varian hybrid.
Dengan strategi ini, Nissan menegaskan tetap mempertahankan karakter klasik SUV off-road dibanding mengikuti arus elektrifikasi penuh di industri otomotif global. (*)
