
batampos – Plester mulut atau mouth tape juga disebut sebagai solusi mudah untuk mengatasi kebiasaan mendengkur saat tidur. Menurut dokter Wiyono, tindakan ini justru bisa memperparah keadaan.
“Itu salah besar (plester mulut bisa atasi ngorok). Kalau mulut ditutup, padahal hidung tersumbat, orang bisa kehabisan napas,” ujarnya.
Ngorok atau mendengkur bukan sekadar gangguan kecil saat tidur. Dia menjelaskan, kondisi itu bisa jadi tanda adanya penyempitan saluran nafas, bahkan gejala sleep apnea, yakni henti nafas sementara yang bisa membahayakan kesehatan.
“Kalau seseorang mendengkur dan bangun tidur merasa tidak segar, cepat lelah, atau sering mengantuk di siang hari, itu tanda kuat ada gangguan tidur,” jelasnya.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, dari sumbatan di hidung, ukuran amandel yang besar, sampai kondisi otot lidah dan langit-langit yang melorot saat tidur. Untuk mengetahui penyebab dengkuran secara pasti, sebaiknya menjalani pemeriksaan menyeluruh. Dari situ bisa diketahui apakah dengkuran hanya sekadar gangguan ringan atau merupakan bagian dari sleep apnea.
“Solusi untuk ngorok adalah dengan mencari tahu penyebab pasti lewat pemeriksaan medis. Kita bisa lakukan screening dulu, wawancara, dan tes tidur atau polisomnografi kalau perlu,” imbuh dr Wiyono.
Perawatannya pun disesuaikan, bisa dengan terapi, operasi, atau perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan.
Jadi, menyematkan plester mulut saat tidur bukanlah jalan pintas yang aman untuk semua orang. Alih-alih mencari solusi instan, penting untuk memahami bahwa dengkuran adalah sinyal dari tubuh yang tidak boleh diabaikan. (*)
