Minggu, 27 November 2022

Munculnya Jerawat Pertanda “microbiome” Kulit Tak Seimbang

Berita Terkait

Ilustrasi seorang wanita dengan jerawat di wajahnya (Pixabay)

batampos- dokter spesialis kulit, dr SK Sulistyaningrum, SpKK mengatakan, perubahan microbiome kulit yang menyebabkannya tidak seimbang akan menimbulkan berbagai masalah kulit salah satunya jerawat.

“Microbiome kulit yang seimbang akan memperkuat skin barrier, melindungi kulit dan membantu menjaga kulit terhadap virus dan bakteri berbahaya,” ujar dia , Selasa (27/9).

Microbiome yang dikenal sebagai virus, jamur, bakteri dan archaea di tubuh memiliki peran penting bagi imunitas. Saat kondisinya tak seimbang, selain jerawat, masalah yang dapat muncul yakni beruntusan, break out, kusam, warna kulit tidak rata, dan berbagai masalah kulit lainnya.

BACA JUGA: Ekstrak Bawang Hitam Diuji sebagai Antijerawat

“Dermatitis atopik atau eksim, psoriasis, bisul di ketiak, ketombe berkaitan juga dengan mikrobiome (tak seimbang), bau badan juga erat kaitannya dengan komposisi mikrobiome,” kata Sulistyaningrum.

Menurut dia, ada sejumlah penyebab ketidakseimbangan microbiome salah satunya penggunaan kosmetika tak tepat. Sulistyaningrum mengatakan penggunaan kosmetik yang tidak tepat, tak sesuai kebutuhan dan jenis kulit akan mempengaruhi barrier kulit.

Oleh karena itu, dia menyarankan orang-orang untuk mengetahui profil kulit masing-masing karena setiap orang memiliki kebutuhan kulit berbeda, begitu juga dengan penanganannya.

“Kalau kulitnya aman, tidak bermasalah, dan microbiome-nya seimbang, cukup dengan nutrisi atau cukup menggunakan skincare yang menjaga keseimbangan microbiome kulit,” kata Sulistyaningrum.

Dalam kesempatan itu, Brand Manager Nusantics Skin, Ilma Nakya menuturkan kulit berjerawat akibat didominasi oleh jamur biasanya memiliki karakter jerawat kecil atau beruntusan).

Dia mengatakan, solusi mengatasi masalah ini berbeda dengan kulit berjerawat akibat didominasi bakteri. Untuk itulah, perusahaannya menciptakan produk perawatan kulit yang dipersonalisasi dengan kondisi microbiome kulit untuk mencapai kulit sehat bebas masalah.

Co-Founder dan CEO Nusantics, Sharlini Eriza Putri menambahkan, keseimbangan microbiome sangat penting bagi imunitas tubuh. Namun, gaya hidup tak sehat dapat merusaknya. Menurut dia, menerjemahkan pentingnya microbiome ke dalam sebuah lifestyle brand akan membuat microbiome yang selama ini tak berharga menjadi berharga. (*)

reporter: antara

 

Update