Senin, 16 Februari 2026

Mulai 2027, Tiongkok Wajibkan Tombol Fisik di Mobil dan Batasi Layar Sentuh

Berita Terkait

Tiongkok larang interior mobil serba layar mulai 2027. Sumber foto: x.com/BYDGlobal.

batampos – Pemerintah Tiongkok memperkenalkan rancangan aturan keselamatan otomotif baru yang menargetkan penggunaan layar sentuh berukuran besar di interior mobil.

Kebijakan tersebut diusulkan oleh Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) dan dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.

Langkah ini menandai perubahan arah dari tren desain digital minimalis yang selama ini populer pada kendaraan listrik (EV) dan mobil pintar, yang mengandalkan layar sentuh besar sebagai pusat kendali berbagai fungsi kendaraan.

Dalam rancangan standar keselamatan terbaru, fungsi-fungsi penting seperti lampu sein, lampu hazard, pengaturan wiper, hingga sistem panggilan darurat (eCall) wajib dikendalikan melalui tombol atau sakelar fisik.

Aturan tersebut juga menetapkan bahwa setiap tombol fisik harus memiliki ukuran permukaan minimal 10 mm x 10 mm agar mudah dioperasikan tanpa mengalihkan perhatian pengemudi dari jalan.

Dorongan regulasi ini tidak hanya menyasar penggunaan tombol fisik. Pemerintah Tiongkok juga memperbarui standar keamanan sistem pengemudian dan teknologi otomatisasi.

Otoritas setempat menegaskan bahwa teknologi canggih tidak boleh menggantikan kewaspadaan manusia tanpa kontrol dan pengawasan memadai.

Kebijakan ini merupakan respons atas kekhawatiran regulator bahwa interior mobil yang terlalu bergantung pada layar sentuh berpotensi mengganggu konsentrasi pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Sejumlah produsen otomotif global dan Tiongkok saat ini mengusung konsep layar besar untuk mengontrol hampir seluruh fungsi kendaraan, termasuk fitur keselamatan dasar. Beberapa di antaranya adalah Tesla, BYD, dan Xiaomi.

Selain pembatasan layar sentuh, Tiongkok juga melarang penggunaan pegangan pintu tersembunyi yang sebelumnya populer pada banyak model kendaraan listrik. Desain tersebut dinilai berisiko saat terjadi kecelakaan karena berpotensi menyulitkan proses evakuasi dari luar kendaraan.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa Tiongkok tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi otomotif, tetapi juga menempatkan keselamatan pengemudi dan penumpang sebagai prioritas utama. (*)

SourceAuto News

Update