Minggu, 25 Januari 2026

Mobil Listrik Wuling Hasil Personalisasi Konsumen Turut Meriahkan Booth Wuling GIIAS 2025

Berita Terkait

Balutan stiker berwarna Fanchi Lemon dan MaxDecal White serta penggunaan bodykit carbon untukmenambah nuansa racing retro pada air ev ini.

batampos– Dalam partisipasinya di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, Wuling Motors (Wuling) turut menampilkan 2 (dua) unit kendaraan listrik milik konsumen yang telah dikreasikan, yaitu Air ev dan BinguoEV.

Melalui penampilan kedua model ini di booth Wuling memperlihatkan bahwa mobil listrik juga dapat dilakukan personalisasi dengan fleksibel sesuai karakter maupun ekspresi dari para pemiliknya.

Yang pertama, Wuling Air ev yang mengusung nama Kiiro.EV tampil berani dengan tema Mooneyes Retro Racer Concept. Sentuhan kreasi ini memadukan gaya retro balap khas Mooneyes dengan nuansa modern, menghasilkan tampilan yang sporty sekaligus unik. Proyek ini mengandalkan desain body kit hasil kreasi sendiri, dengan koreksi fitment serta detail fungsional yang tetap menjaga kenyamanan dan performa harian.

Dari sisi eksterior, Air ev Kiiro.EV dilengkapi dengan paket aksesori tambahan “KIIRO LUNA” berupa lips dan sideskirt berbahan karbon dari KitaCarbon, kap karbon dengan stiker Mooneyes, hingga sunroof dari Cloudblue Akasia.

BACA JUGA: Wuling Berkolaborasi dengan NMAA Menampilkan Mitra EV ‘VIP Concept’ dalam Ajang GIIAS 2025

Warna bodi hadir dalam balutan dua warna Fanchi Lemon Yellow dan MaxDecal White, serta penggunaan kaca film IceU RT70 0% SkyBlue dan lampu underglow untuk memperkuat nuansa racing retro.

Tak hanya itu, mobil listrik modifikasi ini ditopang oleh velg Enkei Aerodish gen 1 ’83 berukuran 13 inci, ban Falken Sincera, serta custom spring dan custom shock. Tak ketinggalan, penggunaan full polyurethane bushing dari Protoflex. Ditambah lagi dengan pengaplikasian Mini Projector – Beebot MKII dan underglow.

Air ev ini juga dilengkapi sistem Full Venom Audio System, mulai dari Exodus Speaker Tweeter, DSP, hingga Active Subwoofer. Selain itu, kabin juga dilengkapi A-pillar dari Venom, Brill HepaFilter, TrapoXtreme floor, custom seatbelt, serta aksen interior bertema Mooneyes yang menambah karakter unik kendaraan ini.

Beralih ke unit ke dua yakni BinguoEV. Hatchback EV ini dipersonalisasikan dengan pendekatan Daily Driven style, yang menonjolkan kesan klasik modern dan tetap ideal digunakan sebagai kendaraan harian. Kombinasi desain, warna, dan detail personalisasi menjadikan tampilan BinguoEV lebih khas dan harmonis.

Sisi eksterior memadukan wrapping sticker warna putih, striping klasik berwarna coklat dan hitam doff, over fender sewarna bodi, grill depan berwarna emas, dan aksen Dot Sphere pada bumper depan

Dari sektor kaki-kaki, mobil ini menggunakan velg Fortis PLW-02 dengan ukuran ring 15 berwarna Magnesium Gold yang cocok dengan padanan warna bodi Milk Tea, serta ban BF Goodrich Advantage Touring berukuran 185/65 R15 yang lebih tebal dari standar, menambah kesan kokoh.

Lalu pada sisi eksterior memadukan wrapping sticker warna putih pada atap dan spion dengan Teckwrap white super gloss, striping klasik berwarna coklat dan hitam doff dengan MaxDecal print uv, over fender yang dibuat sewarna bodi, grill depan berwarna emas, frame kaca depan dan belakang dengan Teckwrap black super gloss sampai dengan aksen “Dot Sphere” coklat pada bumper depan yang menjadi elemen estetika tambahan.

Untuk bagian kabinnya terdapat tambahan armrest, console extender dan Trapo Classic Mark-IV.

Melalui kehadiran Air ev Kiiro.EV dan BinguoEV Daily Classic Driven di GIIAS 2025, Wuling menunjukkan bahwa kendaraan listrik dapat menjadi bagian dari gaya hidup masa kini yang ekspresif dan fungsional. Kedua karya ini menjadi cerminan fleksibilitas produk Wuling dalam merespons kebutuhan konsumen yang ingin menghadirkan kendaraan sesuai preferensi pemiliknya.

Tentang Wuling Motors

Wuling Motors resmi berdiri di Indonesia pada Juli 2017. Komitmen jangka panjang Wuling ditunjukkan dengan peresmian pabrik dan Supplier Park seluas 60 hektar di Cikarang, Jawa Barat. Produk pertama dari Wuling Motors, seri Confero yang diluncurkan pada Agustus 2017, telah mendapat tiga penghargaan di kancah otomotif Indonesia.

Kemudian, seri Cortez yang didebut pada 2018 telah mendapat pembaharuan menjadi seri New Cortez. Lini produk dengan kenyamanan berkelas ini dianugerahi berbagai penghargaan di segmen medium MPV. Selanjutnya, Wuling menghadirkan SUV pertamanya yakni Almaz, pada Februari 2019 dan melengkapinya dengan Wuling Indonesian Command (WIND) pada Juli 2019.

Tahun 2021, Wuling meniagakan Almaz RS yang didukung dengan Advanced Driver Assistance System (ADAS) dan Wuling Remote Control App yang dapat diakses melalui MyWuling+. Penghargaan yang diberikan kepada SUV ini pun beragam, meliputi tujuh penghargaan untuk Almaz, termasuk Car of The Year versi Gridoto Award 2019 dan lima penghargaan termasuk Car of The Year Otomotif Award 2021 untuk Almaz RS.

Wuling turut mendukung pemerintah Indonesia dalam rangka percepatan elektrifikasi kendaraan di Tanah Air melalui Air ev, kendaraan listrik pertama Wuling di Indonesia. Mobil bebas emisi ini diterima dengan hangat oleh masyarakat Indonesia, terbukti menjadi kendaraan listrik terlaris di tahun 2022 sejak diluncurkan pada Agustus 2022 dan langsung meraih delapan penghargaan dari berbagai pihak, termasuk gelar Rookie of the Year dalam ajang OTOMOTIF Award 2023.

Selanjutnya, Wuling memperkenalkan kendaraan hybrid pertamanya di Tanah Air yaitu Almaz Hybrid, yang memadukan performa berkendara yang menyenangkan dan efisiensi. Tidak ketinggalan, Wuling terus melebarkan sayapnya dengan menawarkan segmen Low Commercial Vehicle (LCV) setelah sebelumnya menghadirkan Formo dan Formo S, lalu di tahun 2023 Wuling mendebut Formo Max. Kemudian, Wuling memasuki segmen baru lainnya yaitu compact SUV dengan Alvez yang diperkenalkan pada Februari 2023.

Pada Mei 2024, Cloud EV resmi diluncurkan sebagai kendaraan listrik ketiga Wuling di Indonesia. Wuling Motors terus berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. (*)

Update