
batampos – Sutradara ternama Michael Bay mengajukan gugatan hukum terhadap tim Cadillac Formula 1 dan CEO Dan Towriss terkait iklan yang tayang dalam ajang Super Bowl LX.
Gugatan tersebut didaftarkan di Los Angeles Superior Court dengan nilai klaim sekitar US$1,5 juta. Michael Bay menuding adanya pelanggaran kontrak dan dugaan penipuan karena konsep kreatif yang ia kembangkan disebut digunakan tanpa izin.
Dalam dokumen gugatan, disebutkan bahwa pada November 2025 tim Cadillac F1 sempat menghubungi Michael Bay untuk membahas kemungkinan dirinya menyutradarai iklan Super Bowl yang dinilai berprofil tinggi.
Michael Bay bersama timnya kemudian mengembangkan konsep awal, termasuk penggunaan pidato Presiden John F. Kennedy serta tema visual gurun yang kuat dan sinematik.
Namun, menurutnya, pihak Cadillac kemudian menyampaikan akan mengambil arah berbeda dan tidak lagi menggunakan jasanya sebagai sutradara.
Meski demikian, Michael Bay mengklaim sejumlah elemen dari konsep yang ia ajukan tetap muncul dalam iklan final yang ditayangkan saat Super Bowl LX tanpa adanya kompensasi.
Menanggapi tudingan tersebut, Cadillac F1 membantah telah mengambil ide tanpa izin. Perusahaan mengakui sempat berdiskusi dengan Michael Bay terkait kemungkinan kerja sama, namun menegaskan bahwa konsep kreatif iklan telah dikembangkan sebelumnya.
CEO Cadillac, Dan Towriss, menyatakan pihaknya tetap menghormati Michael Bay sebagai pembuat film dan berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara damai.
Iklan tersebut ditayangkan untuk memperkenalkan mobil baru Cadillac dalam ajang Formula 1 musim 2026. Klip promosi itu menampilkan desain livery unik dengan narasi yang terinspirasi dari sejarah Amerika Serikat.
Super Bowl dikenal sebagai salah satu ajang dengan slot iklan termahal di dunia dan ditonton oleh jutaan pemirsa global. Kasus ini pun menjadi sorotan karena melibatkan figur besar industri film, otomotif, dan potensi sengketa hak kekayaan intelektual. (*)
