
batampos – Meta memperkenalkan Pocket, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna membuat, memainkan, dan membagikan konten interaktif hanya melalui perintah teks.
Kehadiran aplikasi ini menjadi bagian dari strategi Meta memperluas pemanfaatan AI generatif dalam pengalaman bermedia sosial.
Pocket yang dikembangkan Meta berbeda dengan aplikasi Pocket milik Mozilla yang sebelumnya dikenal sebagai layanan penyimpan artikel untuk dibaca kemudian dan telah dihentikan pada 2025.
Melalui Pocket, pengguna dapat menciptakan berbagai gizmo, yakni pengalaman digital interaktif yang dihasilkan AI berdasarkan instruksi atau prompt yang diketik pengguna.
Cukup dengan memberikan deskripsi sederhana, AI dapat menghasilkan mini gim, simulasi, maupun konten kreatif yang mampu merespons sentuhan layar, gerakan ponsel, hingga memanfaatkan kamera dan galeri foto. Beberapa gizmo juga dibekali kemampuan AI untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Meta turut menghadirkan feed khusus yang menampilkan berbagai karya komunitas. Pengguna dapat memainkan kreasi tersebut maupun menggunakan fitur remix untuk memodifikasi dan mengembangkannya menjadi pengalaman baru.
Konsep ini menjadikan Pocket bukan sekadar aplikasi pembuat konten, melainkan platform sosial yang berfokus pada kreativitas berbasis AI.
Peluncuran Pocket juga berkaitan dengan langkah Meta yang sebelumnya merekrut tim dari Atma Sciences Inc., startup pengembang aplikasi Gizmo. Tampilan dan konsep Pocket disebut memiliki banyak kemiripan dengan teknologi yang dikembangkan perusahaan tersebut.
Melalui Pocket, CEO Meta Mark Zuckerberg ingin mendorong pengguna tidak hanya menjadi penikmat konten, tetapi juga kreator pengalaman digital interaktif tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman atau coding.
Saat ini Pocket masih diluncurkan secara bertahap sehingga belum tersedia untuk diunduh di seluruh negara, termasuk Amerika Serikat. (*)
