Jumat, 3 Juli 2026

Mengupas Kadar Lemak Jenuh Martabak Manis, Gorengan, dan Telur Gulung

Berita Terkait

Gorengan
Gorengan, salah satu makanan yang berpotensi memicu gangguan jantung. (F. Freepik)

batampos – Makanan favorit orang Indonesia, yaitu martabak manis, gorengan, hingga telur gulung ternyata mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan batas konsumsi lemak jenuh harian agar terhindar dari risiko penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya.

Budi mengungkapkan bahwa tiga jajanan yang sangat populer di Indonesia tersebut memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam mengonsumsinya.

Menurut Budi, batas maksimal konsumsi lemak jenuh per hari bagi orang dewasa adalah sekitar 20 gram. Jika konsumsi melebihi batas tersebut secara terus-menerus, risiko gangguan kesehatan seperti kolesterol tinggi hingga penyakit jantung dapat meningkat.

“Telor gulung, goreng-gorengan, sama martabak adalah tiga makanan khas Indonesia yang sangat tinggi kadar lemaknya. Ayo kita cari tahu berapa kadar lemak mereka,” ujar Budi dalam unggahan di Instagram, dikutip Selasa (30/6).

Ia menjelaskan, sebanyak 10 tusuk telur gulung mengandung sekitar 15 gram lemak jenuh. Jumlah tersebut sudah mendekati batas aman konsumsi harian.

“Nah, 10 tusuk telur gulung seperti ini kadar lemaknya 15 gram. Padahal ini, batasnya cuma 20 gram,” kata Budi.

Sementara itu, lima buah gorengan disebut memiliki kandungan lemak sekitar 17 gram. Menurutnya, angka tersebut juga sangat tinggi jika dikonsumsi dalam satu waktu.

“Kalau gorengan-gorengan ini, termasuk yang saya sering makan, lima biji seperti ini kadar lemaknya 17 gram. Ingat batasnya 20 gram, jadi makannya kalau bisa dikurangi,” tegasnya.

Adapun pada martabak manis cokelat keju yang menjadi salah satu makanan favorit masyarakat, Budi mengungkapkan bahwa satu potong martabak mengandung sekitar 9 gram lemak.

“Ini martabak cokelat keju adalah makanan favorit saya. Saya baru tahu bahwa satu potong kadar lemaknya 9 gram. Jadi, kalau kita mau makan martabak, maksimal itu dua setengah, habis itu enggak boleh makan apa-apa lagi,” ungkapnya.

Selain kadar lemak, Budi mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kandungan gula dan garam dalam makanan. Ia menyebut fitur Nutri-Level dapat membantu masyarakat memahami kandungan gizi suatu produk.

“Nutri-Level ini bukan hanya mengukur kadar gula tapi juga kadar garam dan kadar lemak,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penelitian laboratorium yang disampaikan dalam video tersebut, ketiga jenis makanan tersebut memperoleh kategori D untuk kandungan lemaknya, yang menunjukkan kadar lemak relatif tinggi.

Meski demikian, Budi tidak melarang masyarakat mengonsumsi makanan favorit tersebut. Ia menekankan pentingnya mengatur porsi dan frekuensi konsumsi agar asupan lemak jenuh harian tetap berada dalam batas aman. (*)

ReporterJPGroup

Update