Batampos – PET-CT Scan kini semakin sering direkomendasikan dalam dunia medis, terutama untuk diagnosis kanker dan berbagai penyakit kompleks lainnya. Namun, banyak orang masih belum memahami apa sebenarnya PET-CT Scan dan mengapa prosedur ini sangat penting.

PET-CT Scan adalah kombinasi dua teknologi pencitraan medis, yakni Positron Emission Tomography (PET) dan Computed Tomography (CT), yang digabungkan dalam satu sesi pemeriksaan. PET mendeteksi aktivitas metabolik dalam tubuh, sedangkan CT memberikan gambaran anatomi tubuh secara detail.
“Dengan menggabungkan PET dan CT, kita tidak hanya melihat struktur tubuh, tetapi juga bagaimana organ dan jaringan berfungsi. Ini sangat penting untuk mendeteksi kanker, stagenya secara akurat,” ujar Dokter spesialis radiologi dan nuklir asal Malaysia, Profesor Emeritus Dato’ Abdul Jalil dalam kunjungannya ke Batam pekan lalu.
BACA JUGA:
Percepat Diagnosis dan Penanganan Kanker, PET-CT Teknologi AI Kini Hadir di KPJ Johor
Lantas bagaimana Pet-CT scan bekerja? sebelum pemeriksaan, pasien akan disuntikkan dengan zat radioaktif khusus, biasanya FDG (fluorodeoxyglucose). Zat ini akan diserap lebih banyak oleh sel-sel tubuh yang aktif secara metabolik, seperti sel kanker.
PET Scan kemudian mendeteksi radiasi dari zat tersebut dan menghasilkan gambar aktivitas biologis di dalam tubuh. CT Scan membantu menunjukkan lokasi anatomi secara rinci. Gabungan kedua gambar ini memungkinkan dokter mendiagnosis penyakit dengan akurasi yang jauh lebih tinggi.
Siapa yang Membutuhkan PET-CT Scan?
PET-CT Scan biasanya disarankan untuk:
- Mendeteksi dan menentukan stadium kanker (paru-paru, payudara, limfoma, prostat, dan lain-lain),
- Mengevaluasi efektivitas pengobatan kanker,
- Mencari lokasi kanker yang kambuh,
- Mendeteksi infeksi atau peradangan kronis,
- Menilai kondisi jantung dan otak dalam kasus tertentu.
Prosedur PET-CT Scan umumnya berlangsung sekitar 30 menit, tergantung area tubuh yang diperiksa. Pasien harus menjalani beberapa persiapan penting, seperti:
- Puasa 4–6 jam sebelum pemeriksaan untuk menjaga kadar glukosa darah tetap normal,
- Menghindari aktivitas berat sehari sebelumnya,
- Memakai pakaian yang nyaman dan menghindari aksesori logam.
Selama pemeriksaan, pasien akan berbaring di meja pemindai yang bergerak perlahan masuk ke dalam mesin. PET dan CT Scan dilakukan secara berurutan tanpa perlu berpindah alat.
Meskipun PET-CT Scan melibatkan paparan radiasi, jumlahnya tergolong rendah dan manfaat klinisnya jauh lebih besar dibandingkan risikonya, terutama dalam kasus deteksi kanker dini. Namun, prosedur ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil atau menyusui tanpa indikasi medis yang sangat kuat.
“Teknologi terbaru PET/CT-Scan di KPJ Johor bahkan sudah menggunakan dosis radiasi yang lebih rendah dengan kualitas gambar yang lebih tinggi berkat kecerdasan buatan (AI). (*)
Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK
