
batampos – Selama ini istilah introvert dan ekstrovert kerap digunakan untuk menggambarkan tipe kepribadian seseorang. Namun belakangan muncul istilah baru yang mulai ramai diperbincangkan, yakni otrovert.
Kepribadian ini disebut sebagai tipe unik yang berada di luar dua kategori populer tersebut. Istilah otrovert diperkenalkan oleh Dr. Rami Kaminski dari Otherness Institute.
“Fenomena otherness (keterasingan) tetap berada di lingkungan sosial dan empatik, namun mengalami kesulitan berada dalam kelompok,” ujar Dr. Rami Kaminski, dikutip dari The Otherness Institute, Rabu (24/9/2025).
Berbeda dengan introvert maupun ekstrovert, otrovert bukanlah gangguan psikis atau kondisi biologis, melainkan cara seseorang membangun hubungan sosial dan identitas yang berbeda. Mereka bisa terlihat ramah di situasi sosial, namun tidak benar-benar merasa bagian dari kelompok tersebut.
Dikutip dari The Otherness Institute, berikut enam ciri yang kerap dikaitkan dengan otrovert:
1. Ketiadaan kelompok – Tidak memiliki identifikasi kuat dengan komunitas atau identitas kolektif.
2. Hubungan mendalam satu lawan satu – Lebih nyaman dengan interaksi intim dibanding keramaian.
3. Fleksibel – Bisa ramah dalam situasi sosial, tapi tanpa keterikatan emosional dengan kelompok.
4. Kemandirian emosional – Menjaga jarak dari pengaruh emosional massa, berpikir mandiri, dan menghasilkan ide unik.
5. Menolak kebiasaan bersama – Tidak merasa dekat dengan tradisi kelompok, lebih memilih jalan pribadi.
6. Observatif – Sering berperan sebagai pengamat dan kritis terhadap norma sosial, kadang menggunakan humor sebagai strategi adaptasi.
Konsep otrovert sendiri masih sangat baru dan belum banyak diteliti secara formal dalam psikologi. Para ahli menilai sebagian pengalaman yang dikaitkan dengan otrovert bisa jadi merupakan manifestasi kepribadian unik seseorang.
Di era modern yang serba cair, istilah ini dianggap mewakili individu-individu yang enggan masuk dalam kategori kelompok manapun. (*)
Reporter: Juliana Belence
