
batampos – Roblox menjadi salah satu permainan yang sedang hangat diperbincangkan. Permainan satu ini tidak hanya untuk anak-anak saja, orang dewasa juga turut memainkannya.
Baru-baru ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melarang permainan Roblox untuk dimainkan. Menurutnya, permainan satu ini mengandung unsur berbahaya bagi anak-anak secara psikologis.
Berikut 5 dampak psikologis bermain Roblox bagi anak, dikutip dari CyberPost:
1. Kecanduan dan perilaku obsesi
Dalam game Roblox memiliki mekanisme perbaruan konten secara terus-menerus yang membuat anak bisa bermain game hingga berjam-jam. Akan memunculkan gejala FOMO, prestasi virtual yang menekan, dan ledakan emosi saat dilarang bermain.
2. Munculnya kecemasan, depresi, dan rendah diri
Adanya interaksi online dengan berbagai individu bisa membuat anak membandingkan avatar Roblox mereka. Bisa memunculkan cyberbullying atau pelecehan dari pemain. Beberapa konten kekerasan dan simbol ekstrem bisa memicu trauma psikologis jangka panjang.
3. Paparan grooming dan risiko predator
Banyak laporan anak yang di-groom oleh predator melalu chat Roblox. Hal ini memunculkan tekanan dapat dimanipulasi secara emosional maupun keuangan.
4. Bullying online dan tekanan pergaulan
Sistem obrolan terbuka dan minim moderasi memungkinkan tingginya insiden penghinaan, pengecualian sosial, dan tekanan teman sebaya untuk bertingkah serta membeli item tertentu.
5. Gangguan Kognitif
Banyak anak-anak bermain Roblox sebagai pelarian dari stres kehidupan nyata membuat mereka tidak mampu mengelola emosi dan tanggung jawab dunia nyata.
Game Roblox menyajikan dunia kreatif dan sosial dengan desain menarik, namun risiko nyata terhadap kesehatan psikologis anak tidak bisa dipungkiri. Pencegahan efektif bisa dengan edukasi digital atau kebijakan screen time yang sehat. (*)
Reporter: Juliana Belence
