Selasa, 20 Januari 2026

Mazda Tunda EV Mandiri, Mobil Listrik Internal Baru Meluncur 2029

Berita Terkait

Mazda tak terburu-buru menghadirkan produk mobil listrik. F. x.com/autocar.

batampos – Mazda dilaporkan belum tergesa-gesa menghadirkan mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV) yang dikembangkan secara mandiri. Produsen asal Jepang itu menunda peluncuran EV internalnya setelah target waktu perkenalan bergeser beberapa kali.

Platform EV internal Mazda yang semula diproyeksikan hadir pada 2025, kemudian direvisi ke 2027. Kini, kemunculannya diperkirakan baru akan terealisasi paling cepat pada 2028 atau bahkan mundur hingga 2029.

Perubahan jadwal tersebut terjadi di tengah dinamika industri otomotif global, di mana pertumbuhan permintaan kendaraan listrik tidak melaju secepat proyeksi awal. Sejumlah pabrikan mulai menyesuaikan kembali strategi elektrifikasi mereka.

Mazda juga menghadapi tantangan dalam pengembangan teknologi baterai serta arsitektur EV milik sendiri. Perusahaan pertama kali memperkenalkan Skyactiv EV Scalable Architecture pada 2021.

Platform tersebut dirancang untuk menopang berbagai ukuran kendaraan listrik dan awalnya dijadwalkan melahirkan model EV Mazda pada periode 2025 hingga 2030.

Namun, debut platform beserta model pertamanya kini kembali ditunda hingga paling cepat 2028. Mazda disebut sedang meninjau ulang pendekatan elektrifikasinya agar lebih selaras dengan kondisi pasar global.

Mazda menegaskan tetap melanjutkan pengembangan teknologi BEV, namun waktu peluncuran akan ditentukan berdasarkan arah regulasi di berbagai negara serta kebutuhan dan minat konsumen.

Di sisi lain, Mazda masih mengandalkan strategi elektrifikasi melalui model hibrida dan kerja sama teknologi dengan mitra. Sejumlah model listrik seperti Mazda 6e dan CX-6e menggunakan platform yang bukan sepenuhnya dikembangkan oleh Mazda.

Model-model tersebut diposisikan sebagai solusi transisi elektrifikasi sambil menunggu kesiapan penuh platform EV internal perusahaan.

Penundaan pengembangan EV mandiri ini juga beriringan dengan dihentikannya penjualan varian listrik penuh Mazda MX-30 di sejumlah pasar akibat rendahnya permintaan.

Dalam jangka menengah, Mazda diperkirakan akan terus mengandalkan produk hasil kolaborasi serta teknologi hibrida sebelum akhirnya meluncurkan mobil listrik murni berbasis platform internal.

Langkah tersebut mencerminkan pendekatan Mazda yang cenderung lebih konservatif dibandingkan beberapa rivalnya yang agresif mengejar elektrifikasi penuh. (*)

SourceCarcoops

Update